TPost – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM menggagas program inovasi Mobil Inflasi dan Perahu Inflasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Program yang digagas Kepala Disperindagkop UKM Halbar, Zefanya Murary, ini dirancang menjangkau sembilan kecamatan, baik wilayah yang terkoneksi jalan darat maupun daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.

Pelaksanaannya diawali dengan uji coba pasar murah di kawasan UMKM Sasadu Lamo, Jailolo, sejak Maret 2026. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan selanjutnya.

“Langkah awal program di Sasadu Lamo ini adalah tahapan uji coba, yang direspons baik masyarakat. Saat itu, banyak masukan dan saran yang kami terima sebagai bahan evaluasi perbaikan program,” ujar Zefanya, Minggu (11/10/2026).

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dan evaluasi, Disperindagkop UKM Halbar membentuk tim inovasi untuk mengatur tahapan pelaksanaan, jadwal distribusi, serta desa-desa yang menjadi sasaran pasar murah.

Sejumlah desa telah menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pada akhir September hingga Oktober 2026.

Di antaranya Desa Payo Tengah dan Saria di Kecamatan Jailolo, sejumlah desa di Kecamatan Sahu Timur, serta Desa Bobo dan Bobo Jiko di Kecamatan Jailolo.

Kegiatan juga berlangsung pada Sabtu (10/10/2026), dengan sasaran Desa Payo Tengah di Kecamatan Jailolo dan Desa Taba Cempaka di Kecamatan Sahu Timur.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, garam beryodium hingga air mineral galon.

Beras medium merek JVA dijual dengan harga Rp170.000 per sak ukuran 10 kilogram dan Rp85.000 per sak ukuran 5 kilogram. Gula pasir curah kemasan 1 kilogram dipatok Rp20.000, sedangkan telur ayam dijual Rp2.000 per butir atau Rp60.000 per rak.

Minyak goreng MinyaKita kemasan 1 liter juga dijual Rp20.000. Adapun garam beryodium merek Dua Anak Pintar dibanderol Rp2.500 per bungkus dan air mineral Vpol ukuran 19 liter Rp55.000 per galon.

Antusiasme warga dalam kegiatan tersebut diikuti harapan agar pemerintah daerah dapat melaksanakan pasar murah secara berkala dan berkelanjutan, sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Zefanya menjelaskan, program ini dirancang tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pelaksanaannya mengandalkan pola kemitraan, kerja sama, dan sinergi dengan para consignee, agen, serta distributor, terutama untuk penyediaan komoditas sembilan bahan pokok dan barang kebutuhan penting lainnya.

“Program yang kami gagas untuk masyarakat ini tanpa menggunakan APBD, melainkan model kemitraan, kerja sama dan sinergi dengan para consignee, agen dan distributor yang difokuskan pada komoditas sembako dan barito,” katanya.
Dua Skema Distribusi Sesuai Kondisi Wilayah

Disperindagkop UKM Halbar menyiapkan dua skema distribusi untuk memastikan program pasar murah dapat menjangkau masyarakat sesuai kondisi geografis wilayah.

Pertama, Mobil Inflasi menggunakan kendaraan darat sebagai sarana pengangkutan dan distribusi kebutuhan pokok.

Program ini menyasar tujuh kecamatan yang telah terkoneksi dengan akses jalan darat antardesa, yakni Jailolo, Jailolo Selatan, Sahu, Sahu Timur, Ibu Selatan, Ibu, dan Ibu Utara.

Namun, terdapat pengecualian untuk Dusun Gulao di Desa Tauro, Kecamatan Jailolo, serta Desa Goro-Goro di Kecamatan Sahu.

Kedua, Perahu Inflasi memanfaatkan transportasi laut untuk mendistribusikan kebutuhan pokok ke wilayah yang belum terkoneksi dengan jalan darat antardesa.

Skema ini diperuntukkan bagi Kecamatan Loloda dan Loloda Tengah, dengan pengecualian Desa Soasio, Kedi, Tasye, dan Linggua.

Melalui pembagian skema tersebut, pemerintah daerah berupaya menyesuaikan pola distribusi dengan karakteristik wilayah, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan pasar murah bagi masyarakat.

Disiapkan Menjadi Program Daerah
Program Mobil Inflasi dan Perahu Inflasi selanjutnya direncanakan diluncurkan secara resmi oleh Bupati Halmahera Barat dan ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Saat ini, tahapan yang telah berjalan meliputi pembentukan tim inovasi, penyusunan tahapan dan jadwal kegiatan, penentuan sasaran pelaksanaan, serta pelaksanaan pasar murah.

Tahapan berikutnya mencakup monitoring dan evaluasi (monev), survei kepuasan publik, dan penyusunan laporan.

Dengan skema distribusi berbasis transportasi darat dan laut, program ini diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Halmahera Barat.

TernatePost.id
Editor