TPost – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, terus mematangkan persiapan pelaksanaan program South-South and Triangular Cooperation (SSTC) dan Farmer to Farmer yang akan dihadiri delegasi dari sejumlah negara berkembang di Asia dan Afrika.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Halbar, Fadli Husen, menyebut tingkat kesiapan panitia saat ini telah mencapai sekitar 75 persen.

Hal itu disampaikan Fadli saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026).

Menurut Fadli, persiapan difokuskan pada empat titik sentral yang berada di sejumlah desa. Desa-desa tersebut merupakan bagian dari penguatan program Ekonomi Kampung Terpadu (Teked).

“Jadi ada empat titik yang kita fokuskan. Namun, satu titik yang menjadi puncak acara karena akan ada pameran UKM,” kata Fadli.

Mantan Kabag Pemerintahan itu menjelaskan, capaian 75 persen tersebut berdasarkan berbagai persiapan dan pekerjaan lapangan yang telah dilakukan tim pelaksana.

Sejumlah kebutuhan utama, kata dia, juga telah dipersiapkan, termasuk kendaraan dan akomodasi bagi para tamu.

“Untuk lapangan, alhamdulillah mobil sudah siap, hotel juga sudah diatasi. Jadi kesiapan sudah banyak yang tim siapkan,” ujarnya.

Fadli menambahkan, program SSTC dan Farmer to Farmer di Jazirah Jiko Makolano nantinya akan diikuti rombongan dari enam negara di kawasan Asia dan Afrika.

Jumlah peserta dan delegasi yang akan hadir diperkirakan mencapai lebih dari 75 orang.

“Rombongan secara keseluruhan dari enam negara itu ada 75 lebih pada bulan November nanti,” tandasnya.

Pelaksanaan program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kerja sama antarnegeri, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pertanian, produk usaha kecil dan menengah (UKM), serta pengembangan ekonomi masyarakat desa di Halbar.

TernatePost.id
Editor