TPost – Jaringan Pemuda Muslim Ternate (JPMT) secara resmi menyatakan sikap untuk mendukung penuh aspirasi mahasiswa dalam menuntut penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani ekonomi rakyat.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak langsung oleh kenaikan biaya hidup.
Ketua JPMT, Syafrin S. Aman melalui siaran pers tertulis pada Sabtu (13/6/2026) menjelaskan bahwa tingginya harga BBM telah memicu efek domino terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat secara luas.
Oleh karena itu, JPMT mendesak pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang lebih pro-rakyat dan melakukan peninjauan kembali terhadap prioritas anggaran.
Selain isu BBM, JPMT juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh untuk memastikan program tersebut berjalan dengan transparan, akuntabel, dan benar-benar tepat sasaran.
Menurut JPMT, di tengah tantangan ekonomi saat ini, pemerintah harus memastikan bahwa program dengan anggaran besar sejalan dengan kebutuhan mendesak masyarakat.
Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Syafrin S. Aman dan Sekretaris Sodikin Teki tersebut, terdapat tiga poin desakan utama kepada pihak terkait:
- Membuka ruang dialog konstruktif antara pemerintah, mahasiswa, dan elemen masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan sosial-ekonomi bangsa.
- Mengimbau massa aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan sesuai aturan hukum guna menghindari kerugian pada kepentingan umum.
- Meminta aparat keamanan untuk menjamin kebebasan berpendapat dan menggunakan pendekatan persuasif dalam mengawal penyampaian aspirasi.
Pernyataan sikap ini ditutup dengan harapan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.




Tinggalkan Balasan