TPost – Keterbatasan lahan dan ketergantungan sebagian warga pesisir terhadap hasil tangkapan laut mendorong tim pengabdian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun (Unkhair) memperkenalkan teknologi akuaponik-bioflok kepada masyarakat Kelurahan Jambula, Kota Ternate.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema PKM Kemitraan itu diikuti warga, ibu-ibu PKK, karang taruna, serta aparat Kelurahan Jambula pada 15 Agustus 2025.

Kelurahan Jambula merupakan kawasan pesisir yang sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan.

Kondisi cuaca dan gelombang yang tidak menentu kerap memengaruhi hasil tangkapan sekaligus pendapatan nelayan.

Di sisi lain, keterbatasan lahan pekarangan membuat budidaya ikan secara konvensional dengan menggunakan kolam berukuran besar sulit diterapkan oleh sebagian warga.

Kondisi tersebut menjadi alasan tim FPIK Unkhair memperkenalkan sistem akuaponik yang dipadukan dengan teknologi bioflok melalui budidaya ikan dalam ember (budikdamber).

Ketua Tim Pengabdian FPIK Universitas Khairun, Dr. Gamal M. Samadan, mengatakan teknologi tersebut dipilih karena relatif sederhana, membutuhkan lahan terbatas, sekaligus dapat menghasilkan ikan dan sayuran untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kelurahan Jambula punya potensi besar, tetapi lahan pekarangan warga sempit dan penghasilan nelayan sangat bergantung pada cuaca. Karena itu kami memperkenalkan akuaponik-bioflok lewat budikdamber. Satu ember bisa menghasilkan ikan sekaligus sayuran dan cocok untuk halaman rumah yang terbatas,” ujar Gamal.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mengajak masyarakat melakukan praktik secara langsung.

“Kami tidak hanya memberi materi, tetapi juga mengajak warga praktik langsung. Harapannya, setelah pulang mereka bisa membuat dan merawat sendiri di rumah, sehingga kebutuhan protein dan sayur keluarga lebih terpenuhi,” tambahnya.

Dari Materi hingga Praktik
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar akuaponik, prinsip kerja teknologi bioflok, serta manfaatnya dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah warga menanyakan jenis ikan dan sayuran yang sesuai, cara menjaga kualitas air, hingga langkah yang harus dilakukan apabila muncul kendala selama proses pemeliharaan.

Setelah sesi materi, peserta kemudian diajak mempraktikkan langsung pembuatan budikdamber.

Dengan didampingi tim dosen dan mahasiswa, peserta menyiapkan wadah ember, memasang bibit kangkung pada bagian atas ember sebagai bagian dari sistem akuaponik, menebar benih ikan lele, serta menambahkan probiotik dan sumber karbon sebagai starter pembentukan flok.

Sistem tersebut dinilai cukup sederhana dan dapat ditempatkan di halaman rumah meski dengan lahan terbatas.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, tim pengabdian juga melakukan pre-test dan post-test.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, meliputi konsep akuaponik, prinsip bioflok, teknik pembuatan budikdamber, hingga pengelolaan kualitas air.

Salah satu peserta mengaku baru mengetahui bahwa budidaya ikan dan sayuran dapat dilakukan secara bersamaan menggunakan wadah sederhana.

“Awalnya saya kira memelihara ikan harus punya kolam besar. Ternyata cukup pakai ember dan kangkungnya bisa ditanam di atasnya. Caranya mudah dipahami dan tadi kami langsung praktik. Saya mau coba buat di rumah supaya tidak perlu terlalu sering beli sayur di pasar,” katanya.

Dorong Kemandirian Pangan Keluarga
Tim pengabdian FPIK Unkhair berharap teknologi tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh warga di rumah masing-masing.

Ke depan, tim merencanakan pendampingan lanjutan sekaligus mendorong pembentukan kelompok pembudidaya di tingkat kelurahan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat penerapan akuaponik-bioflok berkembang tidak hanya sebagai solusi pemenuhan pangan keluarga, tetapi juga menjadi kegiatan produktif yang berpotensi menambah pendapatan masyarakat.

TernatePost.id
Editor