TPost – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui Disperindagkop-UKM menuai apresiasi tinggi dari Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara.

Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penyaluran minyak goreng bersubsidi, Minyakita, dengan volume yang sangat tinggi.

Berdasarkan data terbaru, Halmahera Barat berhasil menduduki posisi kedua dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara dengan total penyaluran mencapai 58.596.

Tabel realisasi Minyakita.(Gambar: Istimewa)

Meski secara keseluruhan berada di bawah Kota Ternate, Halmahera Barat tercatat menempati urutan pertama untuk kategori kabupaten di seluruh wilayah Maluku Utara.

Pencapaian ini dinilai luar biasa karena Halmahera Barat mampu melampaui kabupaten lain, seperti Halmahera Utara, yang sebenarnya memiliki fasilitas Gudang Bulog.

Zefanya Murary, atau yang akrab disapa Evan, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari optimalisasi jalur distribusi dari distributor hingga ke tangan pedagang.

“Bidang yang membidangi di wilayah pasar itu tidak ada hari libur. Mereka selalu bekerja setiap hari untuk memastikan pasokan tersedia dan menekan inflasi harga,” ujar Evan.

Keberhasilan strategi distribusi di Halmahera Barat ini menarik perhatian serius dari Bank Indonesia.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Fadhil Muhammad bahkan telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Disperindagkop Halbar untuk mempelajari cara implementasi dan inovasi yang dilakukan.

Pihak BI berencana menjadikan model distribusi Halmahera Barat sebagai referensi untuk direplikasi oleh kabupaten dan kota lainnya di Maluku Utara.

TernatePost.id
Editor