TPost — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan tidak lagi mengusulkan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Galala II ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di tahun 2026 mendatang.

Pasalnya, usulan pembangunan pelabuhan yang hampir setiap tahun dibuat masih terkendala tidak adanya master plan atau Rencana Induk Pelabuhan (RIP).

Hal tersebut diakui Kepala Dishub Kota Tidore Kepulauan, Marsaid Idris. Ia mengatakan, sebelumnya selain ke Kemenhub, tahun lalu usulan yang sama juga telah masuk ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Namun persyaratan DAK itu harus ada master plan, di Tidore belum mempunyai master plan atau kami biasa sebut RIP untuk di Pelabuhan Galala II. Jadi tahun 2026 sudah tidak di usulkan lagi, percuma saja, karena mereka lihat persyaratan utama itu,” kata Marsaid, Senin (8/12/2025).

Apalagi untuk penyusunan RIP, kata Marsaid, membutuhkan anggaran yang cukup besar. Hal ini sulit diwujudkan saat APBD terdampak pemangkasan transfer ke daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026.

Master plan ini butuh anggaran yang besar karena dibuat oleh pihak konsultan dan akademisi anggaran yang dibutuhkan itu Rp 500 juta,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, dengan Pelabuhan Penyeberangan Galala II yang diusulkan dibangun berdekatan dengan Pelabuhan Penyeberangan Galala I, diharapkan bisa mengurangi antrian panjang di tengah tingginya mobilitas dan frekuensi trip, dari yang saat ini sehari hanya 8 kali.

Belum lagi, rute Bastiong-Sofifi sangat membutuhkan tambahan atau extra trip penyeberangan. Hal ini tidak mampu dipenuhi jika hanya beroperasi pada satu pelabuhan penyeberangan saja.

“Kita lihat sekarang aktivitas dermaga ferry Galala dengan satu jembatan sistem antriannya terlalu lama. Kami masih terbatas di 8 trip, sebab saling menunggu yang satu masuk yang lain belum keluar makanya mulai yang masuk dan lepas kami mintai waktu satu jam itu yang membuat jadwal ferry sering terlambat. Jadi konsekuensinya tertumpuk di Pelabuhan Bastiong,” jelasnya.

Peniadaan pengusulan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Galala II ini, kata dia, telah disampaikan kepada Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen dan telah ditanggapi positif, karena memahami kondisi keuangan daerah.

TernatePost.id
Editor