TPost — Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) penguatan kelembagaan kepada kelompok perhutanan sosial, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Emerald Ternate ini diikuti sekitar 80 orang perwakilan kelompok perhutanan sosial dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kehutanan Maluku Utara, Achmad Zakih mengaku memang belum semua kelompok dapat diundang karena masih bertahap.
Ia menyebutkan, bimtek ini digelar agar kelompok perhutanan sosial di Maluku Utara kedepannya bisa lebih mandiri dalam mengelola hutan.
“Kemudian bisa melakukan kegiatan usaha produktif, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan kelompok,” jelas Achmad.
Kelompok perhutanan sosial juga ditingkatkan sumber daya manusianya, agar dapat memiliki kemampuan dalam mengelola potensi-potensi hutan yang ada di desanya masing-masing, terutama pada potensi hasil hutan bukan kayu.
Hal penting lainnya dalam kegiatan tersebut, yakni para kelompok perhutanan sosial dibimbing menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART).
“Ini penting sekali, apabila kelompok sudah jalan, kemudian sudah menghasilkan rupiah biasanya kalau kita tidak kuatkan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ini bisa menjadi sumber konflik internal,” terangnya.
Untuk di Maluku Utara, kata dia, ada sebanyak 329 persetujuan perhutanan sosial yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Dengan perhutanan sosial ini, dinas kehutanan membentuk kelompok-kelompok usaha yang disebut kelompok usaha perhutanan sosial.
Adapun potensi yang dikelola masing-masing kelompok usaha perhutanan sosial di desa, meliputi potensi hasil hutan bukan kayu, seperti kerajinan rotan, damar, dan madu. Bahkan, mereka bisa mengelola jasa lingkungan atau wisata alam.
Karena fokusnya pada hasil hutan bukan kayu, maka terhadap kelompok perhutanan sosial oleh dinas kehutanan akan didorong untuk melakukan penanaman pohon atau reboisasi.
“Beberapa kelompok yang sudah memperlihatkan hasil kawasannya di Ternate yah, seperti Taman Love, Moya, kemudian yang baru dibangun ada di Tabona. Itu mereka jasa lingkungan, kemudian di Marikurubu, dan di Hiri itu mereka memproduksi minyak cengkih,” jelasnya.
Ia berharap kelompok perhutanan sosial yang diundang mengikuti bimtek ini, kedepannya bisa lebih mandiri dalam melakukan kegiatan usaha pengelolaan hutan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan kelompok maupun masyarakat di sekitar perhutanan sosial.


Tinggalkan Balasan