TPost — Festival Rupiah Tepian Negeri Morotai 2026 resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, SE, pada Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang digelar atas kolaborasi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara tersebut mengusung tema “Menjaga Rupiah di Morotai, Merawat Kedaulatan NKRI.”

Festival yang berlangsung selama dua hari, 15-16 September 2026, ini dihadiri masyarakat, kepala desa, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, pelaku usaha serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pulau Morotai.

Dalam sambutan Bupati Pulau Morotai yang disampaikan Sekda Muhammad Umar Ali sekaligus membuka kegiatan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia karena memilih Morotai sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Festival Rupiah Tepian Negeri.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Maluku Utara yang telah memilih Morotai sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Festival Rupiah Tepian Negeri,” ujar Muhammad Umar Ali.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna strategis karena Rupiah bukan hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, menjaga dan menggunakan Rupiah dengan baik, kata dia, merupakan bagian dari kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap kita semua semakin cinta, bangga dan paham Rupiah,” katanya.

Umar Ali juga menegaskan bahwa posisi Morotai sebagai salah satu wilayah terdepan Indonesia membuat masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kehadiran Rupiah sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya Rupiah dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.

Ia berharap edukasi tentang Rupiah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, sekolah, pelaku usaha dan masyarakat luas.

“Edukasi tentang Rupiah harus terus diteruskan kepada keluarga, sekolah, pelaku usaha dan masyarakat luas, sehingga semakin tumbuh kesadaran untuk menggunakan Rupiah secara bijak serta menjaga Rupiah tetap layak edar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang terus dibangun Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BI: Menjaga Rupiah di Perbatasan Berarti Menjaga Kedaulatan Negara
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Festival Rupiah Tepian Negeri Morotai 2026.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, sekaligus upaya memperluas literasi Rupiah, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia.

“Pulau Morotai merupakan salah satu wilayah strategis Indonesia yang berada di kawasan perbatasan. Oleh karena itu, menjaga eksistensi dan kehormatan Rupiah di wilayah ini tidak hanya berkaitan dengan transaksi ekonomi, tetapi juga merupakan bagian dari menjaga kedaulatan NKRI,” kata Handi.

Menurutnya, Festival Rupiah Tepian Negeri Morotai hadir untuk pertama kalinya pada 2026 sebagai bagian dari upaya Bank Indonesia menjaga kedaulatan dan memperluas literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di wilayah perbatasan Indonesia.

Festival tersebut melibatkan berbagai segmen masyarakat, mulai dari ASN, pedagang, ibu rumah tangga, pelajar hingga masyarakat umum.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan edukasi CBP Rupiah serta berbagai lomba edukasi yang dikemas secara atraktif untuk membangun pemahaman masyarakat, khususnya pelajar tingkat SD hingga SMA di wilayah Morotai Selatan.

Handi menjelaskan, nilai Cinta Rupiah dapat diwujudkan dengan mengenali keaslian uang Rupiah melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang, serta merawat Rupiah dengan menerapkan prinsip 5 Jangan agar uang tetap layak edar dan terhindar dari risiko peredaran uang palsu.

Sementara Bangga Rupiah, kata dia, diwujudkan dengan menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI.

“Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara sekaligus pemersatu bangsa dari Sabang sampai Merauke, termasuk di Pulau Morotai,” ujarnya.

Adapun Paham Rupiah diwujudkan melalui penggunaan Rupiah secara bijak, baik dalam transaksi tunai maupun nontunai, serta kemampuan mengelola keuangan secara cerdas untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Handi berharap para peserta Festival Rupiah Tepian Negeri Morotai dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan pesan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada keluarga, tetangga, rekan kerja maupun masyarakat luas.

“Festival Rupiah Tepian Negeri yang dilaksanakan di Pulau Morotai merupakan bukti nyata komitmen Bank Indonesia untuk menghadirkan Rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar dan terpencil,” katanya.

Ia berharap sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga, menggunakan dan memahami Rupiah semakin meningkat.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Pulau Morotai dan menjadi langkah bersama dalam mewujudkan masyarakat yang semakin Cinta, Bangga dan Paham Rupiah,” pungkasnya.

TernatePost.id
Editor