TPost – Aksi pencurian mesin tempel 15 PK kini tengah marak terjadi dan meresahkan para nelayan di wilayah Ternate Utara.

Para pelaku diduga menggunakan modus operandi yang sama, yakni membawa kabur perahu nelayan ke tengah laut atau lokasi sepi, mengambil mesinnya, lalu meninggalkan perahunya begitu saja.

Kasus terbaru menimpa Boy, seorang nelayan asal Kelurahan Tafure, Kecamatan Kota Ternate Utara.

Ia baru menyadari mesinnya raib pada Rabu (15/4/2026) setelah mendapat informasi dari warga bahwa perahu fiber miliknya sudah tidak ada di tepi pantai.

Setelah dilakukan pencarian, perahu tersebut ditemukan terdampar di pesisir pantai belakang Masjid Agung Al-Munawar, Kota Ternate.

Meski perahu berhasil ditemukan dan diamankan oleh petugas Bhabinkamtibmas, Boy harus menelan pil pahit karena satu unit mesin tempelnya telah hilang digondol pencuri.

“Teman yang keluar mancing jam 4 subuh lihat perahu saya sudah tidak ada. Jadi kemungkinan mereka ambil itu sekitar jam 2 atau 3 subuh,” ujar Boy dengan nada sedih.

Ia menambahkan bahwa para pelaku sebenarnya mencoba mengambil dua mesin, namun satu unit gagal dilepas karena bautnya terlalu keras.

Ilustrasi modus operandi aksi pencurian mesin tempel milik nelayan di Ternate Utara.(Gambar: AI/TPost)

Bukan Kejadian Pertama
Ternyata, musibah yang menimpa Boy bukanlah kasus tunggal.

Djumati, nelayan asal Kelurahan Dufa-Dufa, juga mengalami hal serupa tepat pada puncak hari raya Idulfitri beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya, pelaku membawa kabur perahu Djumati hingga ditemukan oleh warga di Tidore, namun mesinnya sudah raib.

Selain itu, catatan media menunjukkan bahwa pada awal tahun 2026, Iwan, warga Dufa-Dufa, juga kehilangan mesin tempelnya yang saat itu tengah terparkir bersama perahunya di tepi pantai.

Hingga saat ini, maraknya aksi pencurian ini diduga dilakukan oleh pelaku atau kelompok yang sama mengingat pola operasinya yang identik, yaitu menjadikan mesin tempel sebagai target operasi utama dan membiarkan armada tangkap nelayan hanyut begitu saja.

Para nelayan kini berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap sindikat ini agar mereka bisa melaut dengan tenang.

TernatePost.id
Editor