TPost – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Barat, Maluku Utara, bergerak cepat menangani kasus pengeroyokan brutal yang menimpa Anwar Maruf, warga Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo.

Peristiwa nahas ini terjadi di kawasan Pelabuhan Jailolo pada Rabu malam pekan lalu sekitar pukul 23.00 WIT.

Kejadian bermula saat korban bersama rekannya, Amir Muid, mendatangi pelabuhan untuk mengecek jadwal kapal rute Ternate.

Saat sedang duduk di emperan pelabuhan, mereka didatangi oleh seorang buruh berinisial A yang diduga dalam kondisi mabuk.

Melihat kondisi A yang tidak stabil, Amir Muid bermaksud baik dengan menegur A agar berhati-hati saat berjalan supaya tidak terjatuh.

Namun, teguran tersebut justru direspons secara agresif oleh A yang langsung melayangkan pukulan ke wajah Anwar hingga korban terjatuh bersimbah darah.

Situasi semakin mencekam ketika kurang lebih 10 orang rekan pelaku datang dan ikut mengeroyok korban tanpa belas kasihan saat korban sudah terbaring tidak berdaya.

Menindaklanjuti aduan yang masuk pada tanggal 20 April 2026, Kasat Reskrim Polres Halbar, IPTU Ikra Patamani, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah tegas.

Korban telah dimintai keterangan dan telah menjalani proses visum sebagai bagian dari penyelidikan.

“Kasus sudah proses penyelidikan, korban sudah dimintai keterangan, korban juga sudah laksanakan visum,” ujar IPTU Ikra Patamani pada Selasa (21/4/2026).

Mantan Kasat Reskrim Polres Halmahera Timur tersebut menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini tanpa pandang bulu demi menjaga kondusivitas wilayah hukum Polres Halbar.

Dalam waktu dekat, penyidik dijadwalkan akan memeriksa saksi-saksi untuk menetapkan para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

“Selanjutnya penyidik jadwalkan periksa saksi-saksi dan menentukan para pelaku yang terlibat,” tegas Kasat Reskrim yang juga merupakan putra daerah Halmahera Barat tersebut.

TernatePost.id
Editor