TPost – Jaringan Pemuda Muslim Ternate secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas mendesak Unit PPA Polres Ternate untuk segera mengusut dugaan pelecehan seksual yang menimpa Pipin Wulandari.
Kasus ini mencuat setelah Pipin memberikan klarifikasi dalam konferensi pers pada Senin, 22 Juni 2026, yang mengungkapkan bahwa dirinya telah dilecehkan oleh salah satu anggota keluarganya.
Hal yang paling mengejutkan adalah dugaan pelecehan tersebut terjadi saat Pipin sedang terbaring sakit dan tidak berdaya di ruang ICU Rumah Sakit.
Kondisi korban yang lemah saat itu seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal, namun kenyataannya justru terjadi tindakan yang sangat disayangkan.
Jaringan Pemuda Muslim Ternate juga melontarkan kritik tajam terhadap sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perlindungan Perempuan dan Anak yang mendampingi Pipin saat itu.
Menurut mereka, LSM tersebut dianggap gagal memberikan perlindungan dan pendampingan maksimal karena hingga saat ini belum ada tindakan hukum atau pelaporan resmi atas kejadian pelecehan di rumah sakit tersebut.
“Kami mendesak Aparat Penegak Hukum, khususnya Unit PPA Polres Ternate, untuk segera memproses pelaku agar mendapatkan hukuman maksimal,” tegas Sodikin Teki, Sekretaris Jaringan Pemuda Muslim Ternate dalam rilis resminya, Selasa (23/6/2026).
Sebagai bentuk pengawalan kasus, organisasi ini menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan hukum kepada korban.
Tidak hanya itu, mereka juga berencana menggelar aksi massa di lapangan guna memastikan kasus pelecehan seksual ini tidak menguap begitu saja dan pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.




Tinggalkan Balasan