TPost – Pelayanan kesehatan dasar untuk ibu dan anak di Kecamatan Tidore Utara masih menghadapi tantangan keterbatasan sarana dan prasarana.
Dalam kegiatan reses yang digelar oleh Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan dari Fraksi PDI Perjuangan, Nurul Asnawiah, para kader Posyandu se-Kecamatan Tidore Utara secara terbuka menyampaikan berbagai kebutuhan serta kendala fisik yang mereka hadapi dalam menunjang pelayanan di masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026) para kader Posyandu mengeluhkan minimnya mobiler (peralatan penunjang) serta alat kesehatan (alkes) pendukung pelayanan.
Salah satu kebutuhan paling mendasar dan mendesak yang disuarakan adalah ketersediaan set antropometri.
Alat ini sangat krusial untuk melakukan pengukuran berat dan tinggi badan balita, serta memantau tumbuh kembang anak secara akurat.
Menurut para kader, sarana dan prasarana yang memadai sangat menentukan agar pelayanan Posyandu di tingkat kelurahan dapat berjalan secara optimal.
Menanggapi keluhan tersebut, Nurul menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi para kader melalui fungsi kedewanan yang diembannya.
Ia menyatakan bahwa masukan ini sangat penting dan akan menjadi bahan pembahasan utama dalam proses penganggaran daerah.
“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses akan kami catat dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan serta kemampuan anggaran daerah. Kebutuhan kader Posyandu ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak,” tegas Nurul.
Lebih lanjut, Nurul menjelaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan kesehatan di tingkat kelurahan.
Oleh karena itu, perhatian pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada peningkatan kapasitas kader, melainkan harus dibarengi dengan pemenuhan alat kerja yang memadai agar pelayanan berjalan efektif.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor demi mengoptimalkan pelayanan ini.
“Posyandu tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan legislatif, agar kader dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.
Melalui momentum reses ini, aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi bagi kebijakan pembangunan daerah dengan harapan pemerintah daerah dapat memenuhi kebutuhan alkes tersebut secara bertahap demi masa depan kesehatan anak-anak di Tidore Utara.


Tinggalkan Balasan