TPost – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara, kini tengah berupaya memperkuat kapasitas penanganan bencana di tengah keterbatasan fasilitas operasional yang dimiliki saat ini.
Guna mengatasi kendala tersebut, BPBD Haltim telah melayangkan proposal pengadaan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.
Kondisi sarana pendukung di lapangan saat ini terbilang masih sangat minim. Berdasarkan data bidang kedaruratan dan logistik, BPBD Haltim hanya memiliki dua unit mobil pick–up yang masih aktif untuk menunjang tanggap darurat.
Kedua armada tersebut dibagi untuk bersiaga di dua titik strategis, yakni satu unit di Kecamatan Wasile (Subaim) dan satu unit lainnya disiagakan di Kota Maba.
Sementara itu, fasilitas krusial seperti mobil dapur umum untuk keperluan logistik dilaporkan telah lama rusak dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan.
Sekretaris BPBD Haltim, Dj Aziz, mengungkapkan bahwa upaya jemput bola ke pemerintah pusat mulai menunjukkan progres.
Melalui proposal yang diajukan untuk tahun 2025, BPBD Haltim telah menerima tambahan satu unit mobil pick-up pada awal Januari 2026.
Namun, kebutuhan armada dirasa masih kurang sehingga pihaknya kembali mengusulkan pengadaan tambahan di tahun 2026.
“Satu mobil pick–up dan empat unit kendaraan roda dua sementara diusulkan melalui proposal ke BNPB,” ujar Dj Aziz, Jumat (30/1/2026).
Selain kendaraan operasional, BPBD Haltim juga sangat mengharapkan adanya pengadaan eksavator mini.
Alat berat ini dinilai sangat vital sebagai langkah antisipasi menghadapi bencana hidrolik, mengingat kondisi sistem drainase di wilayah Kota Maba yang dinilai kurang baik.
Menurut Aziz, penanganan masalah saluran air tersebut harus menggunakan alat berat agar lebih efektif.
“Paling tidak harus ada eksavator mini satu unit untuk antisipasi bencana hidrolik,” tegasnya.


Tinggalkan Balasan