TPost — Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar menunjukkan torehan progresif yang menempatkan Kota Ternate dalam peta nasional.
Melalui visi Ternate Andalan Jilid II, pemerintah kota fokus pada akselerasi daya saing, penguatan SDM, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berintegritas.
Reformasi Birokrasi dan Integritas Tanpa Kompromi
Tahun pertama ini ditandai dengan lompatan besar dalam manajemen birokrasi.
Hanya dalam waktu dua bulan sejak komitmen ditandatangani, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate berhasil mengimplementasikan pembangunan manajemen talenta ASN, yang membuahkan penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Tak hanya itu, dalam hal pencegahan korupsi, Ternate meraih predikat Zona Hijau MCSP dari KPK 2025 dengan skor 91 persen, tertinggi di Maluku Utara.
Pemerataan Infrastruktur hingga ke Kepulauan Terluar
Pembangunan di era Tauhid-Nasri tidak lagi hanya berpusat di inti kota. Melalui penguatan kawasan BAHIM (Batang Dua, Hiri, dan Moti), Pemkot memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan konektivitas laut menjangkau pulau-pulau terluar secara proporsional.
Di sektor infrastruktur fisik, kolaborasi dengan Pemerintah Pusat menghasilkan dana Rp30 miliar untuk perbaikan 27 ruas jalan vital, serta peresmian SPAM Tobololo yang memperluas akses air bersih bagi warga pesisir.
Transformasi Digital dan Kualitas Hidup Masyarakat
Prestasi gemilang juga diraih di sektor digital, di mana Ternate menerima Penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 sebagai daerah terbaik di kawasan Indonesia Timur.
Komitmen terhadap kualitas hidup manusia juga tercermin dari:
• Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat dari 82,59 menjadi 83,01, tetap yang tertinggi di Maluku Utara.
• Kesehatan: Meraih penghargaan Kota Sehat 2025 kategori Swasti Saba Wiwerda dari Kemenkes RI.
• Perlindungan Sosial: Meraih Paritrana Award Terbaik I tingkat provinsi atas jaminan sosial ketenagakerjaan.
Stabilitas Ekonomi di Tengah Tantangan
Meski menghadapi pengurangan dana transfer pusat, Pemkot tetap menjaga stabilitas fiskal dan daya beli masyarakat.
Hal ini terbukti dari kenaikan pengeluaran riil per kapita dari Rp14.731 pada 2024 menjadi Rp14.945 pada 2025.
Selain itu, perlindungan terhadap konsumen diperkuat dengan diraihnya Penghargaan Pasar Tertib Ukur 2025 untuk pasar Gamalama, Kotabaru, dan Bastiong.
Refleksi satu tahun ini menjadi fondasi kokoh bagi pasangan Tauhid-Nasri untuk terus melangkah membawa Ternate sebagai kota yang lebih sehat, transparan, dan inklusif bagi seluruh masyarakatnya.





Tinggalkan Balasan