TPost — Gemuruh tepuk tangan dan perdebatan strategi di meja domino menandai lahirnya era baru bagi olahraga asah otak di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Event Domino Game Tong Coffee Cup 2026 yang berlangsung selama tiga malam berturut-turut resmi ditutup pada Minggu (26/4/2026) malam, sekaligus menjadi panggung pelantikan Muhammad Gorotomole sebagai Ketua Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kota Tidore Kepulauan periode 2026–2030.

Usai dilantik, Gorotomole menegaskan komitmennya untuk membawa domino melampaui sekadar hobi nongkrong.

Ia menyatakan kesiapannya untuk “turun gunung” guna melakukan konsolidasi internal dan memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Bersama pengurus PORDI yang baru, kami akan membentuk gardu di setiap kelurahan dan desa untuk meningkatkan olahraga domino ini,” ujar Gorotomole dengan optimis.

Menurutnya, kesiapan masyarakat di desa dan kelurahan sudah sangat tinggi untuk menyambut olahraga ini secara lebih terorganisir.

Langkah cepat Gorotomole ini sejalan dengan instruksi Ketua PORDI Provinsi Maluku Utara, Muhammad Sinen atau yang akrab disapa Ayah Erik.

Dalam sambutannya, Ayah Erik memberikan target ambisius agar dalam waktu satu bulan, 89 desa dan kelurahan di Tidore sudah memiliki gardu sebagai basis pembinaan.

Bagi Ayah Erik, domino adalah olahraga “olah pikir” yang esensial untuk membangun karakter dan mempererat kebersamaan sosial.

“Jika olahraga domino ini kita hidupkan, saya pastikan Tidore akan aman. Karena domino ini melatih kesabaran,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para pemain bahwa dalam pertandingan, kekalahan hanyalah keberuntungan yang tertunda.

Turnamen yang berlangsung di pelataran Tong Coffee ini tidak luput dari dinamika emosi para pemain.

Ismail Komdan, yang akrab disapa Komen, menceritakan bagaimana suasana pasca-pertandingan sering diwarnai debat hangat mengenai hitungan batu hingga perbedaan tafsir strategi.

Meski penuh emosi, ia mengaku puas dengan sportivitas yang ditunjukkan para peserta.

Hasil akhir turnamen mencatatkan pasangan Ukan–Ris dari Gardu Tong Coffee sebagai juara pertama kategori umum.

Sementara itu, kategori eksekutif dimenangkan oleh pasangan Unu–Nim dari Gardu Balibunga.

Kini, di bawah kepemimpinan Gorotomole, olahraga domino di Tidore siap bertransformasi dari permainan di sudut-sudut kampung menjadi kekuatan olahraga yang terorganisir dan diperhitungkan di kancah yang lebih luas.

TernatePost.id
Editor