TPost — Pasar Gosalaha, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, mengalami kekosongan stok telur ayam sejak 7 Desember 2025.

Akibatnya, masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut tidak dapat memperoleh bahan pangan yang satu ini.

Sahida salah satu pedagang telur menyebutkan, kekosongan stok telur ayam disebabkan adanya lonjakan harga dan gangguan rantai pasok dari Surabaya dan Manado.

“Kata agen faktor utama itu kekurangan telur dari Surabaya dan Manado, dan dari Manado faktor utamanya juga soal harga,” kata Sahida, Rabu (10/12/2025).

Sahida mengungkapkan, biasanya telur ayam per-butir diambil pedagang dari agen dengan harga Rp1.900. Namun, kini telah naik signifikan menjadi Rp2.000-Rp2.400 per-butir.

“Kalau kami jual Rp3.000 pelanggan tidak mau. Apalagi di warung-warung makan itu kan, kami tidak bisa jual kalau harganya tinggi karena pelanggan sudah tahu harga sebelumnya,” jelasnya.

Dalam sebulan, stok telur yang diambilnya bisa sampai empat kali. Namun baru kali ini dirinya serta pedagang telur yang lain tidak memperoleh stok.

“Harusnya hari jumat kemarin sudah datang tapi sampai sekarang belum ada kapal, mereka infokan itu hari ini atau besok baru kapal masuk. Banyak pelanggan saya yang cari-cari, bahkan ada yang sudah pesan tapi mau bagaimana stoknya tidak ada,” akunya.

TernatePost.id
Editor