TPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat, Maluku Utara, tengah bersiap melakukan transformasi besar-besaran di kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ) pada tahun 2026 ini.

Proyek renovasi ini dirancang untuk menata kembali lapak kuliner bagi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur di ibu kota kabupaten.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Barat, Fahlis, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara.

Kerja sama ini diharapkan dapat mengubah wajah ibu kota sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah dan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pekerjaannya kemungkinan dimulai pada bulan Maret atau April ini, karena kami masih menunggu hasil pemenang tender,” ungkap Fahlis pada Minggu (15/3/2026).

Proyek ini didukung oleh pendanaan dari APBN dengan total anggaran mencapai Rp 51 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun konstruksi yang layak, termasuk penataan tempat lapak kuliner yang lebih representatif serta penyediaan ruang terbuka hijau di kawasan tersebut.

Meskipun memiliki plot anggaran yang besar, Fahlis menyebutkan bahwa penyaluran dana akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan progres pekerjaan.

“Dari total 51 miliar rupiah itu, tidak sepenuhnya langsung diberikan. Tahap pertama akan direalisasikan sebesar Rp 17 miliar,” jelasnya.

Dengan renovasi ini, kawasan Festival Teluk Jailolo diproyeksikan tidak hanya menjadi lokasi acara tahunan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang lebih modern dan tertata bagi warga Halmahera Barat.

TernatePost.id
Editor