TPost — Berawal dari keprihatinan melihat banyaknya mahasiswa dan perantau yang menjalani kehidupan jauh dari keluarga di Kota Ternate, Maluku Utara, seorang warga memilih membuat akun media sosial Nasi Darurat Ternate sebagai wadah untuk membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan makanan.

Program tersebut mulai dijalankan pada 7 Agustus 2026.

Menariknya, pada awal pembentukannya, admin Nasi Darurat Ternate mengaku tidak memiliki dana khusus untuk menjalankan program tersebut.

Keputusan untuk tetap membantu justru muncul ketika ada seseorang yang menghubungi akun tersebut dan membutuhkan makanan.

“Waktu itu saya iseng membuat akun ini. Tahu-tahunya ada yang meminta bantuan, sementara posisi saya sedang tidak pegang uang sama sekali,” ujar admin Nasi Darurat Ternate yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan pada Jumat (4/9/2026).

Dalam kondisi tersebut, admin memilih meminjam uang tunai sebesar Rp25 ribu dari seorang teman. Uang itu kemudian digunakan untuk mengisi saldo GoPay dan membayar kebutuhan makanan penerima bantuan.

Kisah tersebut menjadi salah satu pengalaman yang semakin mendorong admin untuk terus menjalankan Nasi Darurat Ternate.

Tidak Sekadar Memberi Makanan
Untuk mendapatkan bantuan, calon penerima terlebih dahulu diminta memberikan sejumlah informasi kepada admin. Di antaranya nama lengkap, alamat, umur, serta alasan membutuhkan bantuan.

Bagi penerima yang telah berusia 18 tahun, admin biasanya meminta swafoto bersama KTP sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan diberikan kepada orang yang tepat. Sementara bagi mereka yang masih di bawah 18 tahun, admin meminta swafoto wajah.

Proses verifikasi tersebut dilakukan karena admin ingin memastikan bantuan tidak salah sasaran.

“Perlu, saya tanya sedetail mungkin agar bantuan tidak meleset ke hal-hal yang tidak-tidak,” jelasnya.

Setelah calon penerima dinilai membutuhkan bantuan, admin kemudian menentukan anggaran berdasarkan kebutuhan. Penerima selanjutnya diarahkan mencari warung makan atau kios yang memiliki fasilitas pembayaran melalui QR.

Makanan atau kebutuhan yang dipesan kemudian dibayarkan oleh admin menggunakan dana donasi yang tersedia.

Besaran bantuan tidak ditetapkan dengan batas nominal yang kaku. Admin menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing penerima.

“Pertama-tama saya kasih budget, lalu saya tanyakan apakah cukup. Kalau tidak, saya tanyakan apa saja barang yang dibutuhkan, kemudian saya tambahkan,” katanya.

Jumlah Penerima Tak Lagi Terhitung
Sejak mulai berjalan pada 7 Agustus 2026, Nasi Darurat disebut telah membantu banyak penerima. Namun, admin mengaku sudah tidak lagi menghitung secara rinci jumlah penerima karena semakin banyaknya permintaan yang masuk.

“Sejauh ini sudah banyak. Admin sudah tidak menghitung karena kewalahan,” ujarnya.

Penerima bantuan pun tidak hanya mendapatkan nasi atau makanan siap santap. Bentuk bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan orang yang menghubungi akun tersebut.

Donasi dari Masyarakat
Dana yang digunakan untuk membantu penerima berasal dari masyarakat yang secara sukarela ingin berbagi.

Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menghubungi admin melalui pesan langsung di akun TikTok @nasi.darurat.tern.

Untuk menjaga kepercayaan donatur, admin juga berupaya menunjukkan proses penyaluran bantuan melalui konten di TikTok. Namun, identitas penerima tetap dijaga.

Admin mengatakan, sebelum percakapan maupun bantuan yang telah diberikan dipublikasikan, pihaknya terlebih dahulu meminta persetujuan penerima.

Dengan cara tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa donasi yang diberikan benar-benar digunakan untuk membantu orang yang membutuhkan, tanpa harus membuka identitas penerima.

Dari Kepedulian Sederhana
Gagasan Nasi Darurat Ternate sendiri berangkat dari pengamatan sederhana. Admin melihat cukup banyak mahasiswa dan perantau yang tinggal di Ternate untuk menempuh pendidikan maupun mencari kehidupan.

Jauh dari keluarga, sebagian dari mereka menghadapi kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Dari situlah muncul keinginan untuk menyediakan ruang bagi mereka yang membutuhkan makanan tetapi mungkin tidak memiliki cukup uang pada saat tertentu.

Bagi admin, Nasi Darurat bukan sekadar akun media sosial. Program tersebut menjadi cara sederhana untuk mempertemukan orang yang sedang membutuhkan dengan masyarakat yang ingin berbagi.

Apa yang awalnya dibuat secara iseng kini berkembang menjadi gerakan sosial yang terus menerima permintaan bantuan dan donasi.

Di tengah berbagai persoalan kehidupan mahasiswa dan perantau, Nasi Darurat Ternate mencoba menghadirkan bantuan dari hal yang paling mendasar: memastikan seseorang tetap bisa makan ketika sedang berada dalam kondisi sulit.

TernatePost.id
Editor