TPost — Basarnas Ternate, Maluku Utara, resmi mengakhiri operasi pencarian terhadap nelayan bernama Fikky Habbel (22 tahun) yang jatuh di perairan Halmahera Selatan.
Penutupan operasi pada, Senin (29/9/2025) itu diputuskan setelah 7 hari berturut-turut pencarian korban tidak membuahkan hasil.
Nelayan asal Kota Bitung, Sulawesi Utara, ini sebelumnya dilaporkan terjatuh dari perahunya saat pergi memancing ikan tuna dengan perahu pakora di perairan Halmahera Selatan, pada Senin (22/9/2025) lalu.
Komandan Pos Unit Siaga SAR Halmahera Selatan, Husen Abubakar mengatakan, pada hari ke tujuh, Tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian mulai pukul 07.30 WIT.
Operasi yang dibagi menjadi dua regu pencarian ini telah berupaya menyisir perairan sekitar terjatuhnya korban, hingga ke pesisir pulau terdekat.
“Namun hasil pencarian dari pagi hingga sore hari pukul 18.00 WIT, korban belum berhasil ditemukan,” ungkap Husen.
Karena korban tidak ditemukan, Tim SAR gabungan kata dia, akhirnya kembali ke posko untuk melakukan debriefing dan evaluasi, serta menyimpulkan bahwa korban dinyatakan hilang.
“Kesimpulan bahwa telah dilaksanakannya proses pencarian selama tujuh hari sesuai dengan SOP maka korban dinyatakan hilang,” timpalnya.
Husen menambahkan, meskipun operasi pencarian telah resmi ditutup tetapi pihaknya telah mengimbau kepada kapal-kapal yang melintas di perairan Halmahera Selatan.
Isi imbauan, apabila menemukan keberadaan korban agar memberikan pertolongan dan melaporkan kepada Basarnas maupun instansi terkait.
Untuk diketahui, kronologis awal kejadian hilangnya korban terjadi pada 22 September 2025 pukul 05.00 WIT. Saat itu, korban meninggalkan kapal ikan tuna dan pergi memancing menggunakan perahu pakora.
Namun sampai pukul 09.00 WIT, korban belum juga kembali sehingga rekan-rekannya di kapal ikan melakukan pencarian dan hanya menemukan perahu yang dipakai korban. Sebab itu, korban diduga terjatuh dari perahunya.


Tinggalkan Balasan