TPost – Seorang petani di Desa Gitaraja, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, bernama Mahmud Kasim diduga kuat menjadi korban terkaman buaya saat memanah ikan pada Minggu (22/2/2026) malam.
Berdasarkan kronologi kejadian, korban pergi ke pesisir pantai Gita dengan membawa peralatan berupa alat panah ikan dan senter untuk melakukan aktivitas memanah ikan atau yang biasa disebut warga lokal sebagai jubi ikan.
Kekhawatiran keluarga memuncak saat Mahmud tak kunjung kembali ke rumah hingga keesokan harinya. Upaya pencarian mandiri pun segera dilakukan oleh pihak keluarga bersama istri korban.
Di sekitar lokasi, mereka menemukan barang-barang milik korban yang tertinggal, yakni peralatan panah, senter, serta puluhan ekor ikan yang merupakan hasil tangkapan korban, namun keberadaan Mahmud sendiri tidak ditemukan.
Masyarakat setempat menduga kuat bahwa korban telah diterkam buaya di sekitar perairan tersebut. Karena pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak berwenang guna meminta bantuan penyelamatan.
Kepala Seksi Operasi Dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando J. Rugebret, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan tersebut pada Senin, 23 Februari 2026, sekitar pukul 12.05 WIT.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim SAR segera bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR laut dan evakuasi lengkap.
Hingga saat ini, operasi SAR gabungan masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya, Basarnas Ternate, BPBD Kota Tidore Kepulauan, Polsek setempat, keluarga korban dan masyarakat Desa Gitaraja.
Tim gabungan terus menyisir perairan Gitaraja, Kecamatan Oba, untuk menemukan keberadaan korban yang beralamat di Desa Gitaraja RT 06 RW 03 tersebut.





Tinggalkan Balasan