TPost — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan menghindari konflik kepentingan dalam pengelolaan sektor pertambangan di Maluku Utara.

Pernyataan itu disampaikan Sherly dalam program Kompas TV bersama jurnalis senior Rosianna Silalahi (ROSI), Kamis (20/11/2025).

Pada awal dialog, Rosi menanyakan secara langsung apa yang membedakan Sherly dengan para pelaku bisnis tambang yang kerap dikaitkan dengan kepentingan oligarki.

Sherly pun menanggapinya dengan menyebutkan, kepemilikan sahamnya pada sejumlah perusahaan tambang di Maluku Utara, sudah dia deklarasikan sebelum menjabat gubernur.

“Sekarang saya menjadi gubernur, saya deklar lagi di sini dan di LHKPN. Jika nanti suatu saat terjadi posisi yang berpotensi konflik of interest, saya akan abstain,” tegas Sherly.

Rosi kemudian menimpali dengan pertanyaan yang lebih tajam, apakah pernyataan itu menjadi tolok ukur utama seorang gubernur yang memiliki perusahaan tambang yakni dengan tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan yang menyangkut perusahaannya.

Menjawab itu, Sherly menegaskan selalu mengingatkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, supaya tidak diberikan perlakuan khusus terhadap perusahaan tambang yang dia miliki.

“Saya selalu bilang ke OPD terkait, tidak perlu ada perlakuan khusus. Jika memang ada yang salah, lakukan sesuai SOP,” katanya.

Baginya, kedekatan personal tidak boleh menjadi celah pelanggaran, dan itu pun berlaku juga bagi rekan-rekannya maupun keluarga.

“Saya tidak punya perlakuan khusus, bahkan untuk teman, keluarga. Semuanya sesuai SOP,” lanjutnya.

Ia juga menekankan bahwa dirinya tengah membangun sistem pemerintahan yang bersih dan transparan. Sebab itu, menurutnya sistem yang benar harus dimulai dari dirinya sendiri.

Begitu juga terkait dengan integritas, kata Sherly, ini harus dimulai dari lingkaran terdekat.

“Saya harus mulai benar dari diri sendiri, dari circle terdekat, keluarga, teman, perusahaan saya. Baru kemudian OPD dan sistem lain bisa mencontoh,” timpalnya.

Gubernur yang mewarisi saham beberapa perusahaan tambang dari mendiang suaminya Benny Laos itu menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak dibangun dari retorika.

“Kepercayaan tidak bisa diyakinkan dengan kata-kata, harus dengan tindakan,” pungkasnya.

TernatePost.id
Editor