TPost – Masyarakat di Provinsi Maluku Utara diminta untuk bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama.
Berdasarkan pengamatan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kota Ternate, fenomena kemarau panjang ini diprediksi akan terus melanda hingga bulan Oktober 2026.
Petugas Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, Justia P.D. Galengsong menyampaikan bahwa kondisi ini memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
“Musim kemarau diperkirakan hingga bulan Oktober,” tegasnya pada Senin (10/8/2026).
Menanggapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG mengeluarkan sejumlah panduan penting bagi warga guna meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi, di antaranya:
Manajemen Air Bersih: Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air dan segera menampung air bersih selagi persediaan masih ada, tanpa menunggu sumber air mengering.
Sektor Pertanian: Para petani diingatkan untuk mengatur ulang jadwal tanam agar terhindar dari risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air.
Pencegahan Kebakaran: Warga dilarang keras untuk membakar sampah atau lahan secara sembarangan, karena kondisi cuaca yang kering sangat rentan memicu kebakaran besar.
Keselamatan di Laut: Khusus bagi para nelayan, sangat penting untuk selalu memeriksa kondisi ombak sebelum memutuskan pergi melaut demi menjaga keselamatan.
Pihak BMKG berharap peringatan dini ini dapat diantisipasi dengan baik oleh masyarakat agar aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari tetap dapat berjalan meski di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.



Tinggalkan Balasan