TPost — Anggota DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, Nurjaya Hi. Ibrahim, melaksanakan reses masa sidang III tahun 2026 yang dipusatkan di RT 11/RW 06, Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan, Selasa (15/9/2026) malam.

Menariknya, selain menyampaikan berbagai aspirasi terkait persoalan di lingkungan masyarakat, sejumlah warga dalam kesempatan tersebut turut memberikan dukungan kepada Nurjaya yang memilih bersikap terbuka terkait kasus dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas (Perjadin) di lingkungan DPRD Kota Ternate.

Dugaan kasus tersebut saat ini tengah didalami penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara. Sejumlah anggota DPRD Kota Ternate juga telah menjalani pemeriksaan dalam proses penyelidikan tersebut.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Jati, Abdul Karim Tukoboya, secara terbuka menyampaikan apresiasi terhadap sikap Nurjaya yang dinilainya tetap mempertahankan prinsip meski menghadapi dinamika internal di lembaga legislatif.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Ibu Nurjaya. Di tengah gonjang-ganjing di tubuh DPRD Kota Ternate, Ibu tetap mempertahankan prinsipnya, walaupun harus menghadapi 29 teman-teman anggota DPRD lainnya,” ujar Abdul Karim.

Menurutnya, keberanian Nurjaya untuk tetap mempertahankan sikap dan tidak mundur dari prinsip yang diyakininya merupakan sesuatu yang patut diapresiasi.

Ia juga menyinggung pernyataan Nurjaya dalam sebuah podcast yang dipandu Syukur Mandar. Dalam kesempatan tersebut, kata Karim, Nurjaya menyatakan kesiapannya menghadapi berbagai risiko atas sikap yang diambilnya.

“Beliau (Nurjaya) pernah menyampaikan bahwa tidak akan mundur dan siap menerima risiko apa pun. Bagi saya, itu luar biasa,” katanya.

Karim menilai, sikap tersebut semakin menarik karena Nurjaya sebelumnya bukan berasal dari latar belakang politik. Sebelum terjun ke dunia politik, Nurjaya dikenal sebagai seorang pengusaha.

“Seorang ibu yang tadinya bukan politisi, bukan berasal dari latar belakang politik, tetapi seorang pengusaha yang kemudian terjun ke bidang ini. Namun prinsipnya luar biasa. Apa yang dianggap tidak sesuai dengan prinsipnya, tetap dipertahankan,” ungkapnya.

Karim menegaskan, sebagai masyarakat, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses dugaan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum. Namun, jika apa yang disampaikan Nurjaya nantinya terbukti benar, maka keberaniannya patut mendapatkan dukungan.

“Kalau ini benar, tentu kita mendukung. Kalau tidak benar, tentu ada risiko yang harus diterima Ibu Nurjaya. Karena itu, biarlah ranah hukum yang membuktikan,” katanya.

Ia berharap para wakil rakyat dapat menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan.

Minta Nurjaya Jangan Takut
Dukungan serupa disampaikan Ketua RW 03 Kelurahan Jati, Hi. Hatim Tidore. Ia menilai seorang pemimpin harus memiliki kejujuran, tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan amanah.

“Yang namanya kejujuran itu, pemimpin harus berintegritas. Jujur, bertanggung jawab, punya inovasi dan karya. Bekerja dengan jujur, itu yang diharapkan,” ujar Hatim.

Ia berharap berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses dapat dibawa dan diperjuangkan Nurjaya di lembaga DPRD Kota Ternate.

Hatim juga menyinggung berbagai persoalan pembangunan dan fasilitas publik di Kota Ternate yang menurutnya membutuhkan perhatian dan perawatan.

“Banyak hal yang terjadi khusus di Kota Ternate. Barang sudah dibuat bagus-bagus, tetapi tidak pernah dirawat lagi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hatim juga memberikan apresiasi kepada Nurjaya atas sikapnya sebagai anggota DPRD.

Ia bahkan mengingat kembali pertemuannya dengan Nurjaya saat pelantikan dan orientasi anggota DPRD. Menurut Hatim, dalam kesehariannya ia melihat Nurjaya sebagai salah satu anggota dewan yang dinilainya amanah.

“Bagi saya, Ibu Nurjaya salah satu anggota dewan yang luar biasa dan saya memberikan apresiasi,” tuturnya.

Hatim kemudian mengutip pesan moral dalam Al-Qur’an mengenai kewajiban menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ia meminta Nurjaya tetap berani menyampaikan apa yang diyakininya benar.

“Ibu jangan takut. Katakan yang hak itu adalah hak dan yang batil itu adalah batil,” tegasnya.

Menurutnya, jabatan sebagai wakil rakyat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Tuhan.

“Kalau kita membuat hal-hal kebenaran, insyaallah tempatnya di surga,” ujarnya yang kemudian diamini warga.

Hatim berharap dinamika yang terjadi di DPRD Kota Ternate dapat menjadi momentum bagi seluruh anggota legislatif untuk semakin memperkuat integritas dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Rakyat kita masih banyak yang menderita dan banyak persoalan yang dikeluhkan. Karena itu, anggota dewan harus benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat,” pungkasnya.

TernatePost.id
Editor