TPost — Wilayah hutan kecamatan Ternate Barat, kota Ternate, Maluku Utara, masih rawan dengan perburuan liar Kuskus Mata Biru (Phalanger matabiru).
Seperti kasus perburuan Kuskus Mata Biru yang berhasil diciduk oleh pemuda Komunitas Pulo Tareba, kelurahan Takome, Ternate Barat, Senin (29/12/2025) malam.
Sebanyak 4 orang pemburu dicegat pemuda komunitas itu saat perjalanan pulang dari perburuannya di hutan sekitar danau Tolire Besar, yang masuk wilayah kelurahan Loto, sekitar pukul 00.05 WIT.
Dari tangan keempat pelaku, para pemuda penjaga hutan konservasi ini mengamankan sebanyak 19 ekor Kuskus Mata Biru dan 1 ekor biawak. Mereka juga menyita 2 pucuk senapan angin milik pelaku.
Para pelaku yang pergi berburu dengan mengendarai 2 sepeda motor matic, itu mengaku berasal dari Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat.
Koordinator Komunitas Pulo Tareba, Junaidi Abas mengatakan, pertama kali mengetahui adanya perburuan di hutan Loto karena curiga dengan sorot senter yang selalu mengarah ke pepohonan.
Awalnya dikira sorot senter di seberang danau itu adalah aktivitas warga Loto yang sedang berjaga pohon durian, karena saat ini lagi musimnya. Namun diamati lebih lama, cahaya senter malah selalu mengarah ke atas pepohonan.
“Torang (kami) makin curiga kalau ini aktivitas perburuan, karena senter disorot ke atas (pohon) terus,” jelas Junaidi.
Untuk memastikan kecurigaan mereka, Junaidi mengajak beberapa rekannya bergegas lokasi terlihatnya cahaya senter tersebut. Mereka pun sempat mendengar suara tembakan senapan angin yang makin menguatkan kecurigaan akan adanya perburuan di hutan malam itu.
Para pemuda ini sempat kehilangan jejak para pemburu, saat menyusuri hutan di tepian tebing danau. Beruntung begitu kembali naik ke jalan keluar hutan, terlihat dua sepeda motor menuruni jalan, dan itu ternyata keempat pelaku.

“Jadi pas torang cegat dan tanya dorang (mereka) pergi ke mana, dorang jawab pergi batembak (berburu). Pas dorang bilang batembak itu torang lihat karung di motor dua itu ternyata di situ ada kuskus yang sudah ditembak,” jelas dia.
Empat pelaku perburuan liar ini kemudian ditahan sementara guna diinterogasi. Babinsa Takome pun dihubungi untuk datang ke lokasi tersebut.
Dari pengakuan para pelaku, kuskus dan biawak yang telah diburu itu nantinya dijadikan santapan saat perayaan malam tahun baru 2026.
Para pelaku kemudian dibebaskan dengan peringatan untuk tidak berburu lagi, dan senapan anginnya langsung disita beserta hasil buruannya.
Dengan penuh rasa duka yang mendalam, para pemuda ini kemudian menguburkan 19 ekor Kuskus Mata Biru, yang 4 ekor di antaranya masih bayi, juga 1 ekor biawak.
Perburuan Kuskus Mata Biru Terbanyak Sepanjang 2024-2025
Menurut Junaidi, meskipun di tahun 2025 ini baru satu kasus perburuan Kuskus Mata Biru, berbeda dengan tahun 2024 yakni dua kasus. Namun satu kasus tahun ini adalah perburuan kuskus dengan jumlah terbanyak, 19 ekor, hanya dalam semalam.
“Tahun ini paling banyak biar cuma satu kasus tapi 19 ekor, kalau tahun 2024 itu dua kasus tapi cuma dua sampai tiga ekor,” katanya.
Kuskus Mata Biru yang merupakan fauna endemik Pulau Ternate dan Pulau Tidore itu, kata Junaidi, mulai terancam punah jika perburuan liar masih terus berlanjut.
Apalagi, kawasan hutan yang masih lebat di Pulau Ternate kini hanya tersisa di wilayah kecamatan Pulau Ternate dan Ternate Barat.
Perlunya Efek Jera untuk Pelaku
Junaidi yang juga ketua RT 04 di kelurahan Takome ini berharap agar masalah perburuan liar satwa endemik diseriusi oleh Pemerintah Kota Ternate. Salah satu solusinya, adalah dengan membuatkan peraturan daerah (Perda) perlindungan terhadap satwa.
Ketiadaan regulasi perlindungan seperti Perda, kata dia, seringkali membuat komunitas di Pulo Tareba tidak dapat berbuat banyak. Padahal, baginya para pelaku perburuan liar harusnya dihukum berat dengan ancaman pidana supaya ada efek jera.
“Kami komunitas tidak punya dasar hukum yang kuat, yang punya itu pemerintah, kalau pemerintah betul-betul perhatian dan peduli dengan perburuan ini saya yakin bukan cuma di Takome tapi di kelurahan-kelurahan yang lain itu orang-orang yang berburu tidak akan lagi berburu,” kata dia.


Tinggalkan Balasan