TPost – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate melayangkan ultimatum keras kepada Polda Maluku Utara untuk segera mengungkap aktor di balik rangkaian teror berdarah yang terjadi di wilayah hutan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah.

Ultimatum ini menyusul adanya peristiwa pembunuhan sadis berulang, seperti yang terkini dialami satu warga Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat.

HMI Cabang Ternate menilai jatuhnya korban jiwa di hutan Patani bukan sekadar kejadian tunggal, melainkan akumulasi dari kegagalan sistemik aparat penegak hukum (APH).

Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di Patani Timur dan Weda Timur, namun hingga kini pelakunya belum juga ditemukan.

“Tragedi di tahun 2026 ini adalah luka lama yang terus dibiarkan menganga,” tegas Kabid PTKP HMI Cabang Ternate Yusril J.Todoku, Minggu (5/4/2026).

Polda Maluku Utara dikritik karena dianggap kehilangan taring dan hanya piawai melempar seruan perdamaian yang bersifat “kosmetik” di atas kertas, sementara aktor intelektual dan pelaku pembunuhan masih bebas menghirup udara luar.

Selain menuntut penegakan hukum, HMI Cabang Ternate secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Koramil maupun penambahan personel aparat di wilayah Patani.

HMI memandang langkah tersebut sebagai bentuk militerisasi ruang hidup yang berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan bagi warga setempat.

Menurut HMI, solusi bagi Patani bukanlah moncong senjata tambahan atau pos penjagaan, melainkan pembentukan tim investigasi independen yang mampu menyeret dalang utama ke meja hijau.

“Masalah di Patani adalah masalah penegakan hukum yang mandul,” tegasnya.

Dampak dari berlarutnya kasus ini dinilai telah menciptakan trauma kolektif di tingkat akar rumput. Aktivitas ekonomi masyarakat dilaporkan lumpuh karena warga merasa terancam saat beraktivitas di tanah mereka sendiri.

Hal ini dianggap sebagai kegagalan negara dalam memberikan perlindungan ini telah memicu mosi tidak percaya.

HMI memperingatkan bahwa jika Polda Maluku Utara tetap bungkam dan gagal bertindak taktis, gelombang kemarahan mahasiswa dan rakyat akan semakin membesar.

Dalam pernyataan sikapnya, HMI Cabang Ternate menekankan empat poin krusial untuk memulihkan martabat rakyat Patani:

  1. Usut tuntas seluruh kasus pembunuhan di Hutan Patani tanpa pengecualian.
  2. Tangkap aktor intelektual yang mendalangi pembunuhan berantai tersebut.
  3. Hentikan rencana pembangunan Koramil dan penambahan personel.
  4. Lakukan investigasi transparan terkait kekerasan yang terus berulang.

“Negara tidak boleh kalah oleh aktor pembunuhan,” tegasnya.

TernatePost.id
Editor