TPost – Proses serah terima hibah tiga aset strategis milik Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara kepada Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate kini memasuki babak baru.

Ketiga aset tersebut meliputi Pelabuhan Dufa Dufa, Pelabuhan Semut Mangga Dua, dan lokasi pembangunan Pelabuhan Mayau di Pulau Batang Dua.

Kepala KSOP Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan dan BPKAD Kota Ternate.

Pertemuan terakhir dilakukan pada bulan April lalu untuk menindaklanjuti rencana ini, termasuk menyerahkan nama pejabat pusat yang akan dicantumkan dalam berita acara serah terima hibah dan nota kesepakatan bersama.

Menunggu Proses Administrasi Pemkot
Rushan menjelaskan bahwa saat ini bola berada di tangan Pemerintah Kota Ternate untuk menyelesaikan proses administrasi internal, termasuk kemungkinan diperlukannya persetujuan dari DPRD.

“Terkait dengan kapan pelaksanaan hibah itu belum tahu karena menunggu (Pemerintah) Kota,” ujarnya.

Status aset yang jelas menjadi syarat mutlak bagi KSOP untuk mengusulkan anggaran pembangunan ke Jakarta.

“Kalau barang itu belum ada, kita bikin pengusulan ke Jakarta, otomatis nanti diperiksa oleh Menteri Keuangan. Ini aset bukan KSOP punya, terus usul anggaran dari mana?” tegas Rushan mengenai pentingnya kejelasan status kepemilikan aset tersebut.

Keuntungan bagi Daerah dan Masyarakat
Meskipun secara langsung Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum bisa dihitung, Rushan menekankan bahwa hibah ini akan membawa keuntungan besar bagi masyarakat dalam hal pelayanan transportasi yang lebih baik.

Dengan beralihnya aset ke pusat, pengembangan fasilitas tidak lagi membebani finansial daerah yang terbatas, melainkan didukung oleh APBN, PNBP, atau skema SBSN.

“Kalau melalui kementerian, alokasi anggaran itu dipastikan minimal 50 persen sudah ada,” tambah Rushan.

Ia juga menyoroti peran strategis legislator asal Maluku Utara di DPR RI, seperti Irine Yusiana Roba Putri, yang selama ini memberikan dukungan luar biasa dalam pengalokasian anggaran untuk pembangunan pelabuhan, termasuk untuk Mangga Dua di tahun 2025.

Fokus Pembangunan di Mayau dan Mangga Dua
Terkait Pelabuhan Mayau di Pulau Batang Dua, KSOP telah melakukan langkah “jemput bola” dengan mengusulkan anggaran studi kelayakan atau Pra-Feasibility Study (Pra-FS) tahun ini agar prosesnya bisa berjalan paralel dengan hibah lahan.

Pembangunan di Mayau diprediksi membutuhkan waktu sekitar tiga tahun anggaran karena prosesnya yang panjang.

Sementara untuk Pelabuhan Semut Mangga Dua, Rushan mengungkapkan bahwa lahan terminal tersebut sebenarnya masih milik Pemkot Ternate.

Pembangunan yang ada saat ini dilakukan berdasarkan surat pernyataan kesediaan hibah dari almarhum Wali Kota Burhan Abdurahman.

Kini, pihak pusat menagih janji hibah tersebut agar pengembangan sisi darat dan studi DED (Detail Engineering Design) dapat segera dilaksanakan.

Rushan berharap proses ini dapat segera tuntas sehingga perencanaan pengembangan fasilitas pelabuhan yang lebih modern bagi masyarakat Ternate dan sekitarnya bisa segera terwujud.

TernatePost.id
Editor