TPost – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menyukseskan pelaksanaan Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Tahun 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum pada 12 Juni 2026.
Kepala Kesbangpol Halmahera Barat, Asnat Sowo, mengungkapkan bahwa pengukuran IHaI tahun ini akan dilaksanakan melalui mekanisme survei elektronik (e-survei).
Halmahera Barat sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas untuk pelaksanaan survei yang dijadwalkan berlangsung mulai 17 Juni hingga 17 Juli 2026.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pengukuran Indeks Harmoni Indonesia karena hasil survei ini menjadi salah satu instrumen untuk mengukur tingkat keharmonisan sosial, toleransi, dan kehidupan bermasyarakat di daerah,” ujar Asnat Sowo, Senin (22/6/2026).
Kesbangpol mengharapkan dukungan partisipasi dari berbagai kalangan profesi di Halmahera Barat, mulai dari petani, nelayan, pekerja bebas, anggota TNI/Polri, tenaga pendidik, anggota DPR, hingga mahasiswa dan pelajar.
Untuk memastikan kelancaran proses, seluruh perangkat daerah dan instansi terkait diminta aktif melakukan sosialisasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat yang memenuhi kriteria responden.
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan mengisi e-survei melalui tautan resmi: https://surveiihai.neterra.id/s/surveiihai.
Namun, pihak Kesbangpol mengingatkan agar pengisian dilakukan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Tautan tersebut baru dapat diakses dan mulai diisi pada 17 Juni 2026, sehingga masyarakat diminta untuk tidak melakukan pengisian sebelum tanggal tersebut.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat berharap kolaborasi aktif dari semua pihak dapat menghasilkan data yang akurat.
Data ini nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan kehidupan sosial yang lebih harmonis, inklusif, dan toleran di masa depan.




Tinggalkan Balasan