TPost – Pemerintah Kota Ternate merayakan hari jadinya yang ke-27 pada tanggal 27 April 2026.
Perayaan tahun ini mengusung tema “27 Tahun untuk Ternate yang Terus Berbenah”, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 dengan tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, ia menegaskan bahwa momentum otonomi daerah selama lebih dari seperempat abad ini harus dimaknai sebagai kesempatan daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri sesuai potensi dan kearifan lokal.
Wali Kota berharap peringatan HUT ini tidak sekadar menjadi seremoni belaka.
“Harapan saya agar peringatan HUT Pemkot Ternate ini tidak hanya dijadikan sebagai sebuah seremonial dan romantisme historis semata, tetapi harus menjadi spirit kebangkitan semangat bersama dalam membangun Kota Ternate,” tegas Tauhid Soleman dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya Ternate sebagai landasan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga lingkungan ekologis.
Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Kota Ternate telah berhasil meraih berbagai prestasi prestisius sebagai bentuk pengakuan atas kinerja pemerintahan.

Beberapa capaian yang disoroti antara lain:
- Raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya.
- Paritrana Award Terbaik I dan Penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda.
- Terbaik I Lomba 8 Aksi Konvergensi Stunting tingkat Provinsi Maluku Utara.
- Penghargaan Top BUMD Awards 2026 bintang 4 untuk BPRS Bahari Berkesan.
Wali Kota menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran pemerintah atas dedikasi mereka, namun ia mengingatkan bahwa penghargaan tersebut bukanlah titik akhir.
“Apresiasi dan penghargaan bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi merupakan pijakan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Meski meraih banyak prestasi, Wali Kota secara terbuka mengakui adanya tantangan besar yang masih dihadapi, seperti pemenuhan air bersih, pengelolaan sampah, perbaikan drainase, serta pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Khusus untuk penanganan sampah, Wali Kota menginstruksikan kolaborasi partisipatif dari tingkat RT/RW hingga kecamatan sebagai prioritas utama.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menghilangkan ego sektoral dan bekerja sama mewujudkan visi Ternate Mandiri dan Berkeadilan (Ternate Andalan).
Ia berharap Ternate dapat menjadi lokomotif perubahan di Maluku Utara melalui pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.
“Mari kita bergandengan tangan menjadikan Ternate sebagai lokomotif perubahan di Maluku Utara. Dengan semangat kerja keras dan cerdas, kita bersinergi mewujudkan Ternate Mandiri dan Berkeadilan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan