TPost — Semangat pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, semakin menguat seiring dengan persiapan Sekolah Sepak Bola (SSB) Dokiri United dalam menyambut satu tahun perjalanan mereka.

Sebagai bentuk perayaan sekaligus wadah kompetisi, SSB Dokiri United bersiap menggelar turnamen “Dokiri United Cup I” yang direncanakan menjadi tonggak sejarah baru bagi masa depan atlet muda di daerah tersebut.

Langkah besar ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen menyatakan komitmennya untuk menjadi pelindung utama SSB Dokiri United.

Ia menekankan bahwa pembinaan di level usia dini bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan investasi jangka panjang untuk mematangkan fisik, mental, dan sportivitas generasi muda.

“Pak wali kota sangat mendukung, terutama untuk pembinaan usia dini. Beliau menekankan pentingnya pematangan mental, fisik, dan sportivitas,” ujar Ketua SSB Dokiri United, Aprima Tampubolon.

Selain dukungan dari pemerintah, legitimasi turnamen ini telah resmi dikantongi dari Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tidore Kepulauan melalui surat rekomendasi nomor 07/PSSI TIDORE/IV/2026 tertanggal 26 April 2026.

Turnamen dijadwalkan akan mulai bergulir pada 1 Juni 2026 di Lapangan Sepak Bola Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan.

Namun, Askot PSSI memberikan beberapa catatan penting terkait standar penyelenggaraan.

Panitia diwajibkan untuk memenuhi seluruh prosedur perizinan lintas instansi, serta menjamin keamanan dan keselamatan bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemain dan wasit.

Hal ini sejalan dengan komitmen Aprima untuk mengelola sepak bola usia dini secara serius dan profesional.

Saat ini, jajaran pengurus SSB Dokiri United tengah mematangkan seluruh persiapan administratif dan teknis sebelum melakukan pertemuan lanjutan dengan Wali Kota.

Bagi Aprima, respons cepat dari PSSI dan keterbukaan pemerintah adalah energi besar untuk terus bergerak di tengah keterbatasan.

Visi besar di balik turnamen ini adalah melahirkan generasi pesepak bola Tidore yang tangguh secara teknik dan matang secara karakter.

Pada akhirnya, ajang ini bukan sekadar soal mencari pemenang, melainkan tentang bagaimana sebuah daerah menanam harapan untuk masa depan yang lebih luas melalui lapangan sepak bola sederhana.

TernatePost.id
Editor