TPost – Momentum bersejarah menyelimuti Kota Ternate saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate pada tanggal 27 April 2026.
Mengusung tema besar “27 Tahun untuk Ternate yang Terus Berbenah,” peringatan ini menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.
Di Kecamatan Ternate Selatan, upacara peringatan dipimpin langsung oleh Camat Anang Iriyanto, S.STP., M.Si.
Kehadiran 17 lurah beserta perangkat kecamatan dan kelurahan mempertegas komitmen untuk membawa semangat perubahan hingga ke tingkat akar rumput.
Dalam amanat Wali Kota yang dibacakan Camat Anang Iriyanto, ditegaskan bahwa usia 27 tahun adalah momentum untuk tidak terjebak dalam romantisme sejarah semata.
Semangat “Terus Berbenah” harus diwujudkan melalui peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga pelestarian nilai budaya lokal sebagai landasan utama pembangunan.
“Pembangunan tidak hanya berlangsung di tingkat kota, tetapi harus dirasakan hingga ke kecamatan, kelurahan, bahkan sampai ke lingkungan RT dan RW,” tegas Anang.

Fokus Utama: Perang Melawan Sampah
Salah satu poin krusial yang disoroti dalam peringatan tahun ini adalah pengelolaan sampah.
Pertumbuhan penduduk yang cepat menuntut adanya gerakan kolektif agar sampah tidak menjadi ancaman bagi kesehatan, lingkungan, dan estetika kota.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan lima kelurahan sebagai pilot project pengelolaan sampah berbasis partisipatif.
Peran Ketua RT dan RW kata Anang, dianggap sangat vital sebagai garda terdepan dalam mendorong kebiasaan memilah sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, serta mendukung kegiatan daur ulang.
Pemerintah juga mengimbau para ASN untuk menjadi garda terdepan dan contoh nyata bagi masyarakat dalam hal pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
ASN diharapkan mampu menunjukkan komitmen melalui tindakan nyata, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan aktif mengedukasi lingkungan sekitar.
Peringatan HUT ke-27 ini diharapkan menjadi titik balik untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Sebab, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kesadaran dan partisipasi aktif warganya.


Tinggalkan Balasan