TPost – Menginjak satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji dan Ahlan Djumadil (IMS-ADIL), Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah memaparkan capaian kinerja yang signifikan melalui Program Ter-CEPAT.

Program ini mencakup berbagai sektor vital mulai dari pendidikan gratis, kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur dasar.

Berikut adalah poin-poin utama keberhasilan kinerja satu tahun kepemimpinan IMS-ADIL pada tahun 2025:

1. Revolusi Pendidikan dan Beasiswa

Pemerintah daerah telah merealisasikan program pendidikan gratis dari tingkat TK/PAUD hingga SMA.

Komitmen ini diperkuat dengan alokasi anggaran beasiswa sebesar Rp19.499.125.223 yang disalurkan kepada 2.999 mahasiswa, dengan rincian; Sarjana (S-1): 2.624 orang, Pasca Sarjana (S-2): 303 orang, Doktoral (S-3): 10 orang.

2. Lompatan Layanan Kesehatan dan Penurunan Stunting

Di sektor kesehatan, Halmahera Tengah mencatat prestasi membanggakan melalui Program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) yang mencapai 71,91% per 29 Desember 2025.

Angka ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Maluku Utara, melampaui target nasional (36%) dan target provinsi (70%).

Selain itu, angka prevalensi stunting mengalami penurunan drastis. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting turun dari 29,5% (2024) menjadi 14,7% (2025).

Berdasarkan data SIGIZI KESGA Kemenkes RI, intervensi yang dilakukan berhasil menekan angka stunting hingga menyentuh 2,80% pada tahun 2025.

Total pelayanan kesehatan mencakup 111.822 jiwa (Rawat jalan Puskesmas, RSUD Weda, dan rawat inap) dengan realisasi anggaran layanan kesehatan gratis mencapai Rp4.082.698.334,.

3. Perlindungan Sosial dan Insentif Penduduk Rentan

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan sosial, IMS-ADIL menyalurkan berbagai insentif bagi kelompok masyarakat tertentu. Tokoh Agama (Imam dan Pendeta) dialokasikan anggaran Rp8,76 miliar untuk 553 penerima.

Ibu hamil dan menyusui sebanyak 2.687 orang menerima bantuan dengan total anggaran Rp6,96 miliar sebagai bagian dari intervensi gizi sensitif.

Penduduk rentan total 5.974 jiwa yang terdiri dari penyandang disabilitas, yatim piatu, janda, dan lansia menerima manfaat dengan total nilai Rp27,93 miliar.

Santunan duka diberikan kepada 340 keluarga penerima dengan total nilai Rp1,7 miliar.

4. Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH)

Dalam upaya menyediakan hunian yang layak, selama tahun 2025 saja, telah dibangun 418 unit rumah baru dan 317 unit rumah direhabilitasi dengan total anggaran Rp103,2 miliar.

Jika diakumulasi sejak tahun 2023 hingga 2025, total pembangunan RLH telah mencapai 2.412 unit dengan anggaran fantastis sebesar Rp262.392.732.918.5.

Melampaui Target Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Keberhasilan program-program di atas didorong oleh kemandirian fiskal yang kuat. Hingga Desember 2025, Realisasi PAD Halmahera Tengah mencapai 119,15% atau sebesar Rp388.987.228.984, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp326,46 miliar.

Capaian ini didorong oleh realisasi pajak daerah yang mencapai 110,79% dan retribusi daerah sebesar 127,99%.

Keberhasilan satu tahun kepemimpinan IMS-ADIL ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan layanan dasar yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Halmahera Tengah.***

TernatePost.id
Editor