TPost – Bupati Halmahera Barat, James Uang, bersama Wakil Bupati Djufri Muhammad, memimpin rapat mediasi dengan sejumlah tokoh masyarakat Desa Bataka, Kecamatan Ibu Selatan, guna meredam ketegangan pascakonflik antardesa.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat bupati pada Jumat (7/8/2026) ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan yang dipicu oleh insiden dalam pertandingan sepak bola beberapa pekan lalu.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak menyepakati komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) melalui sosialisasi masif kepada warga di masing-masing desa.
Pemerintah daerah merespons cepat aspirasi yang disampaikan dan telah menjadwalkan langkah mediasi lanjutan secara langsung di lapangan pada hari Minggu mendatang.
Bupati James menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya pada aspek perdamaian, tetapi juga pada kesejahteraan para korban.
Tercatat sebanyak 30 orang mengalami luka-luka, di antaranya mencakup 23 warga Desa Bataka dan 5 warga Desa Tuguis.
Seluruh biaya pengobatan para korban di Puskesmas dipastikan akan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat.
Selain korban luka, Pemkab Halbar juga menanggapi tuntutan terkait kerusakan sejumlah kendaraan.
Namun, Bupati menginstruksikan pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan secara tepat agar pemberian bantuan bersifat rasional dan sesuai fakta di lapangan.
Di sisi lain, Bupati menyesalkan kelalaian panitia penyelenggara turnamen sepak bola yang dinilai gagal mengantisipasi kericuhan tersebut.
Salah satu poin krusial yang disorot adalah ketidakterlibatan pihak kepolisian dalam pengamanan pertandingan.
“Pemerintah daerah ini cuma bikin begini supaya daerah ini aman, tidak lagi ada gangguan perjalanan masyarakat dari Ibu menuju Jailolo dan seterusnya,” tegas Bupati James.
Melalui langkah-langkah mediasi ini, Pemkab Halbar berkomitmen untuk memastikan rasa aman bagi seluruh warga masyarakat di wilayah Halmahera Barat.



Tinggalkan Balasan