TPost — Anggota DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, Nurjaya Hi. Ibrahim melaksanakan reses masa sidang ke III tahun 2026 di Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan, Selasa (15/9/2026) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di RT 011/RW 006 Kelurahan Jati tersebut dihadiri Lurah Jati dan sekitar 100 warga.

Dalam reses itu, warga diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga antara lain terkait infrastruktur jalan alternatif yang disebut telah bertahun-tahun belum diaspal, kondisi drainase yang mengalami kerusakan, serta persoalan lahan pemakaman umum yang berada di wilayah kemiringan dan rawan terdampak aliran air saat musim hujan.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti sistem desil dalam pendataan dan penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum transparan dan belum sepenuhnya tepat sasaran.

Menanggapi aspirasi tersebut, Nurjaya mengatakan dirinya akan turun langsung melakukan peninjauan terhadap sejumlah lokasi yang dikeluhkan warga.

Ia menyebut, hasil peninjauan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan yang paling mendesak dan memungkinkan untuk diakomodasi melalui program yang tersedia.

“Besok saya akan tinjau langsung. Nanti dilihat mana yang paling urgent dan bisa diakomodir,” ujar Nurjaya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat tidak seluruh aspirasi masyarakat dapat langsung direalisasikan. Karena itu, skala prioritas menjadi penting dalam menentukan program yang akan diperjuangkan.

Nurjaya juga mengungkapkan bahwa sebagian aspirasi warga yang pernah disampaikan dalam reses sebelumnya telah direalisasikan. Salah satunya berkaitan dengan pemasangan jaringan air dan pipa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Yang tadi sudah direalisasikan itu merupakan aspirasi dari reses sebelumnya,” jelasnya.

Penyerahan sejumlah perlengkapan pipa dan profil tank untuk kebutuhan pengairan di lahan perkebunan milik kelompok tani di Kelurahan Jati oleh Anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi. Ibrahim.(Foto: Istimewa)

Sementara untuk persoalan pemakaman umum di RT 12, Nurjaya menyatakan akan melakukan peninjauan langsung.

Warga sebelumnya mengeluhkan kondisi lahan pemakaman yang berada di kemiringan sehingga dikhawatirkan mengalami longsor atau terkikis ketika hujan deras.

“Yang di pemakaman itu juga akan saya tinjau langsung,” katanya.

Soroti Data Desil Bansos
Selain infrastruktur, Nurjaya memberikan perhatian serius terhadap keluhan masyarakat mengenai penetapan desil dalam pendataan penerima bantuan sosial.

Ia mengaku masih mempertanyakan dasar penentuan desil yang digunakan dalam menetapkan masyarakat yang berhak menerima bantuan.

Menurutnya, terdapat perbedaan informasi mengenai pendataan yang dilakukan instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Saya juga tidak tahu pasti dasarnya apa. Memang desil ini saya bingung, karena ada masyarakat yang menurut saya seharusnya tidak mendapatkan bantuan, tetapi justru menerima,” ungkapnya.

Nurjaya bahkan mencontohkan kondisi yang terjadi pada keluarganya sendiri. Ia menyebut ibunya yang menurutnya masih memiliki sumber pendapatan dari sejumlah usaha justru menerima bantuan beras.

“Contohnya mama saya, ada kos-kosan, ada CV dan pendapatan lainnya, tetapi dapat bantuan. Seharusnya pemerintah melakukan pendataan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Nurjaya, persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian karena banyak masyarakat yang mengeluhkan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan.

Ia berencana berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Bulog, untuk mempertanyakan persoalan tersebut.

“Besok saya juga akan hubungi Kabulog terkait desil-desil ini,” katanya.

Nurjaya menegaskan, pendataan penerima bantuan sosial harus dilakukan secara akurat dan berdasarkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya. Dengan begitu, bantuan pemerintah dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

“Bansos itu harus didata dengan baik karena banyak yang mengeluh terkait hal ini,” tandasnya.

Reses tersebut menjadi ruang bagi warga Kelurahan Jati untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, sekaligus menjadi bahan bagi Nurjaya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui DPRD Kota Ternate.

TernatePost.id
Editor