TPost – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara secara resmi membuka gelaran Malut Halal Fair 2026 pada Rabu, 4 Maret 2026, bertempat di Gedung Dhuafa Center.

Mengusung tema “Halal Synergy Membangun Ekonomi Syariah Mandiri”, acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem halal di wilayah Maluku Utara.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) di daerah tersebut.

Ini merupakan kali kedua Maluku Utara menjadi tuan rumah rangkaian National Halal Fair, setelah sukses perdana pada Ramadan 2025 lalu berkat sinergi erat dengan Pemerintah Provinsi.

Dalam paparannya, Handi Susila menjelaskan bahwa Malut Halal Fair 2026 difokuskan pada tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah, yakni:

  1. Penguatan Halal Value Chain.
  2. Penguatan sektor keuangan syariah.
  3. Optimalisasi pemanfaatan dana sosial syariah yang dibarengi dengan peningkatan literasi masyarakat.

Handi menilai Maluku Utara memiliki modalitas yang sangat kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.

Dengan populasi muslim mencapai 75,7% atau sekitar 1,026 juta jiwa dari total penduduk, peluang kontribusi EKSyar masih sangat terbuka lebar untuk terus dikembangkan.

“Melalui kegiatan Malut Halal Fair 2026, kami berharap ajang ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk halal semata, tetapi juga menjadi wadah edukasi, peningkatan literasi, serta penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku UMKM,” ujar Handi Susila.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan dukungan penuhnya dan menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis potensi unggulan daerah seperti pertanian dan perikanan.

Selain menyuguhkan Bazaar UMKM dan berbagai lomba kreativitas seperti modest fashion designer dan halal chef, acara ini juga menghadirkan layanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Salah satunya adalah program SERAMBI untuk layanan penukaran uang periode Ramadan dan Idulfitri, di mana BI telah menyiapkan total dana sebesar Rp933 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Maluku Utara.

Malut Halal Fair 2026 diharapkan dapat memperkokoh ekosistem halal dan menjadikan Maluku Utara sebagai model keberhasilan ekonomi syariah di kawasan Timur Indonesia.

Perhelatan ini turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif KNEKS, KH. Sholahudin Al Aiyub, serta jajaran pimpinan daerah Maluku Utara lainnya.

TernatePost.id
Editor