TPost – Antusiasme masyarakat Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, dalam mencari kerja meningkat tajam di awal tahun 2026.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Haltim mencatat sebanyak 140 warga telah mengurus kartu pencari kerja (AK-1) atau yang populer dengan sebutan “Bimbongol Card” hanya dalam waktu 17 hari, terhitung sejak 3 hingga 20 Januari 2026.

Berdasarkan data dari Disnakertrans Haltim, permohonan tersebut masih didominasi oleh laki-laki sebanyak 102 orang, sementara pemohon perempuan tercatat sebanyak 38 orang.

Fenomena ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk terjun ke dunia kerja di awal tahun.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertrans Haltim, Rais Asyari, menjelaskan bahwa dominasi pemohon laki-laki ini sangat dipengaruhi oleh daya tarik sektor industri pertambangan yang tengah berkembang pesat di Maluku Utara, khususnya di wilayah Haltim.

Menurutnya, tren ini rutin terjadi setiap awal tahun karena bertepatan dengan pembukaan rekrutmen baru maupun pembaruan kontrak kerja di perusahaan-perusahaan tambang.

Selain sebagai syarat administrasi bagi pelamar, penerbitan kartu Pencaker ini memiliki fungsi strategis bagi pemerintah daerah.

“Ini bisa menjadi instrumen pemerintah daerah dalam memantau angka pengangguran serta memastikan penyerapan tenaga kerja lokal berjalan optimal,” ujar Rais pada Selasa (20/1/2026).

Meskipun layanan pembuatan kartu kini telah diupayakan berjalan secara cepat dan transparan, pihak Disnakertrans mengingatkan para pencari kerja agar tidak hanya mengandalkan kelengkapan dokumen.

Mengingat persaingan di sektor pertambangan yang sangat ketat, para calon tenaga kerja diharapkan terus meningkatkan keterampilan (skill), kompetensi, serta kesiapan mental agar relevan dengan kebutuhan industri.

TernatePost.id
Editor