TPost – Salah satu ruas jalan aspal di RT 09 RW 04 Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, mengalami kerusakan parah, hingga sering memakan korban pengendara sepeda motor.
Rata-rata yang menjadi korban kecelakaan adalah mahasiswa. Sebab, jalan tersebut menghubungkan kampus II Universitas Khairun (Unkhair), kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, dan kampus Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate.
Ketua Asrama Sula di Kota Ternate, Apriyadi Buton mengatakan, jalan di dekat asrama mahasiswa Sula ini dilihatnya telah rusak sejak tahun 2019 silam, dan makin rusak parah pada 2021 hingga sekarang.
Belum lama ini, kata Apriyadi, ibu-ibu pengendara sepeda motor dari arah selatan terjatuh di turunan jalan tersebut, lantaran tidak mengetahui jalan di depan yang akan dilalui terdapat lubang besar menganga.
“Ada teman-teman dari mahasiswa lagi, jatuh di barangka (kali mati) lantaran jalan satu ini,” ungkap Apriyadi, Senin (22/9/2025).

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unkhair ini berharap, jalan rusak itu bisa segera mendapat perhatian Pemerintah Kota Ternate, supaya secepatnya diperbaiki.
“Harapan dari torang (kami) mudah-mudahan kedepannya diperbaiki agar lebih layak, supaya teman-teman mahasiswa dan warga bisa menikmati fasilitas yang ada, salah satunya jalan yang ada di Kelurahan Gambesi ini,” harapnya.
Keluhan senada disampaikan Ketua RT 09 RW 04 Kelurahan Gambesi, Harun Hamid. Menurut Harun, jalan itu sudah menelan banyak korban kecelakaan sejak 2002 silam.
“Itu yang dari kampus UMMU mau menuju ke Unkhair itu banyak mahasiswa, lainnya celaka dengan sepeda motor. Bukan cuma mahasiswa saja tapi masyarakat juga celaka,” terang Harun.
Bahkan kata dia, pernah juga ada mobil yang terseret karena hendak menghindari lubang besar di tengah jalan saat posisi turun.
Kondisi ini jelasnya, sangat membahayakan mahasiswa atau warga yang melintas dengan kendaraan bermotor.
“Jadi kalau boleh itu bisa dipercepat perbaikannya,” kata Hamid.
Ia pun mengungkapkan bahwa masalah kerusakan fasilitas umum ini telah disampaikan ke Pemerintah Kelurahan Gambesi, bahkan sempat dijadikan bahan janji politik oknum calon anggota DPRD Kota Ternate dari daerah pemilihan Ternate Selatan, setiap kali musim pemilihan umum (Pemilu) legislatif.
Alhasil, katanya, janji yang akan direalisasikan melalui anggaran pokok pikiran (Pokir) jika terpilih dewan, ternyata tinggal janji.
“Pemilihan kemarin (2024) itu dorang (mereka) janji-janji begitu lagi dari dewan-dewan janji begitu lagi, bilang kata pokir dan segala macam, tapi nyatanya sampai dunia tadi nih belum realisasi sampai sekarang,” cetusnya dengan nada kesal.
Lantaran tidak pernah diperbaiki, lanjut dia, sejumlah tukang ojek yang kebetulan pangkalannya di ruas jalan tersebut, berinisiatif mengerjakan perbaikan dengan bahan cor beton.
Alasan perbaikan seadanya ini, dikarenakan mereka paling sering melintasi jalan tersebut saat mengantar penumpang ke kampus Unkhair dan sekitarnya.
Para tukang ojek ini bahkan menanam pohon pisang di tengah lubang jalan, sebagai bentuk ekspresi kekecewaannya terhadap pemerintah kota.
“Dorang sengaja tanam itu, bukan sengaja lagi tapi harus itu. Tanam supaya pemerintah bisa lihat,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan