Pemantauan hingga Oktober 2026 menemukan kuskus mata-biru masih berpindah antarpohon dan memanfaatkan vegetasi di tengah sebagian tumbuhan yang mulai mengering.

TPost – Musim kemarau yang berlangsung di Kota Ternate belum menghentikan aktivitas kuskus mata-biru (Phalanger matabiru) di kawasan Danau Tolire. Satwa endemik Maluku Utara ini masih terpantau aktif mencari makan dan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya berdasarkan hasil pemantauan lapangan hingga Oktober 2026.

Pengamatan yang dilakukan Wawan Suprianto Nadra bersama Komunitas Pulo Tareba berlangsung secara berkala, dengan frekuensi satu hingga dua kali dalam sepekan selama lebih dari satu bulan. Dalam periode tersebut, kuskus mata-biru dijumpai di beberapa titik berbeda di sekitar kawasan danau.

Saat pengamatan malam hari, satwa ini terlihat bergerak di antara tajuk pepohonan untuk mencari makanan. Aktivitasnya meliputi perpindahan antarcabang hingga melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Daun dan buah menjadi sumber pakan yang teramati, meskipun aktivitas memanfaatkan daun lebih sering ditemukan.

Menariknya, keberadaan kuskus tidak hanya terpantau saat kegiatan monitoring berlangsung. Beberapa kali, anggota Komunitas Pulo Tareba mendengar suara pergerakan ranting dari atas pohon ketika berada di basecamp. Suara tersebut menjadi petunjuk adanya aktivitas kuskus di sekitar lokasi.

Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas kuskus mata-biru juga berlangsung di kawasan yang berdekatan dengan tempat aktivitas komunitas, bukan hanya di titik-titik pengamatan yang telah ditentukan.

Vegetasi Masih Menjadi Penopang Habitat
Di tengah musim kemarau, kondisi vegetasi di sekitar lokasi perjumpaan mulai mengalami perubahan. Sebagian tumbuhan tampak mengering, tetapi sejumlah jenis vegetasi masih bertahan dan berpotensi menyediakan sumber pakan bagi kuskus.

Beberapa jenis tumbuhan yang ditemukan di lokasi pengamatan antara lain sengon (Albizia chinensis) dan jamblang (Syzygium cumini), serta berbagai jenis vegetasi lainnya.

Wawan Suprianto Nadra (Tengah) bersama dua anak muda Komunitas Pulo Tareba.(Foto Dokumentasi: Wawan Suprianto Nadra)

Keberadaan tumbuhan tersebut diduga turut mendukung aktivitas kuskus mata-biru dalam memenuhi kebutuhan pakannya. Namun, belum tersedia data pembanding dari pengamatan pada musim hujan untuk memastikan apakah perubahan musim berpengaruh terhadap pola aktivitas, ketersediaan pakan, maupun frekuensi perjumpaan satwa tersebut.

Karena itu, keberadaan kuskus yang masih terpantau selama kemarau belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa perubahan musim tidak memberikan dampak terhadap kehidupannya.

Menurut Wawan Suprianto Nadra bersama Komunitas Pulo Tareba, pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai keberadaan, perilaku, serta pola pemanfaatan habitat oleh kuskus mata-biru.

Catatan perjumpaan di sejumlah titik berbeda juga menjadi informasi awal untuk memahami bagaimana satwa endemik tersebut menggunakan ruang habitatnya di kawasan Danau Tolire.

Perlindungan Vegetasi Jadi Bagian Penting Konservasi
Temuan lapangan ini kembali memperlihatkan pentingnya vegetasi alami bagi keberlangsungan hidup satwa liar. Pepohonan tidak hanya menjadi tempat berlindung dan jalur pergerakan, tetapi juga menyediakan sumber pakan bagi kuskus mata-biru.

Oleh sebab itu, perlindungan vegetasi alami dan habitat di sekitar Danau Tolire perlu menjadi bagian penting dari upaya konservasi keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Kuskus mata-biru yang masih terpantau hingga Oktober 2026 menjadi catatan penting di tengah perubahan kondisi lingkungan akibat musim kemarau.

Pemantauan secara berkala diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai respons satwa endemik ini terhadap perubahan musim, kondisi vegetasi, dan ketersediaan sumber pakan di habitat alaminya.***

TernatePost.id
Editor