TPost – Upaya pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui aksi nyata di lapangan. Penyebaran informasi, dokumentasi keanekaragaman hayati, dan edukasi publik juga menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan konservasi.

Mendorong hal tersebut, Komunitas Langkah Berbagi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Website Komunitas Pulo Tareba, Sabtu (31/10/2026), di Pulo Tareba, kawasan Danau Tolire, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola Komunitas Pulo Tareba dalam memanfaatkan website sebagai pusat informasi, media publikasi kegiatan, sarana edukasi lingkungan, sekaligus ruang kampanye pelestarian alam.

Sebagai komunitas yang bergerak di bidang lingkungan dan konservasi, Pulo Tareba memiliki beragam aktivitas yang penting untuk didokumentasikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Mulai dari pengamatan keanekaragaman hayati, dokumentasi satwa, edukasi lingkungan, hingga berbagai upaya pelestarian ekosistem di kawasan Danau Tolire.

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber dengan bidang keahlian yang saling melengkapi.

Narasumber pertama, Dr. Mohammad Jamil, M.T., membawakan materi tentang Pengelolaan Website Komunitas. Materi mencakup manajemen website, pengelolaan konten, publikasi berita, serta strategi penyampaian informasi melalui media digital.

Dr. Mohammad Jamil menekankan bahwa website komunitas perlu dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar sarana penyedia informasi, website juga menjadi representasi identitas organisasi sekaligus rekam jejak aktivitas komunitas di ruang digital.

“Website komunitas harus dikelola secara konsisten dan memiliki sistem pengelolaan konten yang baik. Informasi yang disajikan perlu terstruktur, aktual, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan demikian, website tidak hanya menjadi tempat menyimpan informasi, tetapi juga menjadi media komunikasi dan dokumentasi yang dapat memperkuat identitas komunitas,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Wawan Suprianto Nadra, menyampaikan materi Website sebagai Media Publikasi Konservasi.

Pembahasan difokuskan pada pemanfaatan website untuk memublikasikan kegiatan konservasi, mendokumentasikan keanekaragaman hayati, serta membangun kampanye pelestarian alam melalui informasi yang edukatif dan berbasis data.

Menurut Wawan, dokumentasi pengamatan satwa dan keanekaragaman hayati memiliki nilai penting apabila diolah menjadi informasi yang menarik, edukatif, dan dapat diakses masyarakat.

Catatan pengamatan, foto satwa, informasi habitat, hingga kegiatan edukasi lingkungan dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus arsip digital yang bernilai bagi komunitas maupun publik.

“Kegiatan konservasi tidak cukup hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga perlu didokumentasikan dan disampaikan kepada publik. Website menjadi ruang untuk membagikan informasi tentang keanekaragaman hayati, hasil pengamatan satwa, serta berbagai upaya pelestarian yang dilakukan komunitas. Dengan publikasi yang baik, pengalaman dan pengetahuan lokal dapat menjadi sumber edukasi bagi masyarakat yang lebih luas,” jelas Wawan.

Ketua Komunitas Langkah Berbagi, Salwa Moya Shifa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan organisasinya terhadap peningkatan kapasitas Komunitas Pulo Tareba, terutama dalam memperkuat pengelolaan media informasi dan publikasi kegiatan konservasi.

“Kami dari Komunitas Langkah Berbagi berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi Komunitas Pulo Tareba untuk semakin berkembang dan memiliki media publikasi yang dikelola secara mandiri. Kami percaya bahwa komunitas lokal memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Karena itu, dukungan terhadap peningkatan kapasitas, termasuk pengelolaan media digital, menjadi salah satu bentuk kontribusi kami agar berbagai kegiatan dan pesan pelestarian alam dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” ungkap Salwa.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Pulo Tareba diharapkan mampu mengoptimalkan website sebagai pusat informasi resmi dan media publikasi berbagai aktivitas komunitas.

Website tersebut juga diharapkan menjadi sarana memperluas jejaring kolaborasi, memperkenalkan potensi keanekaragaman hayati kawasan Pulo Tareba, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Bimtek ini sekaligus menegaskan bahwa konservasi membutuhkan lebih dari sekadar aksi di lapangan. Pengetahuan, pengalaman, dan hasil pengamatan juga perlu disebarluaskan agar dapat menjangkau lebih banyak orang.

Dengan pengelolaan website yang baik dan berkelanjutan, Komunitas Pulo Tareba memiliki peluang lebih besar untuk membawa cerita tentang kekayaan alam Danau Tolire, sekaligus mengajak masyarakat terlibat dalam upaya pelestariannya.

TernatePost.id
Editor