TPost – Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad, menyoroti fenomena kenaikan harga bahan pokok yang mulai terjadi menjelang bulan suci Ramadan.

Ia menegaskan pentingnya peran aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera memperkuat pengendalian distribusi dan memastikan ketersediaan stok di pasar maupun kios-kios masyarakat.

Menurut Abdurahman, ketersediaan barang menjadi kunci utama stabilitas harga, karena kecenderungan harga akan naik secara signifikan apabila stok di pasaran mulai berkurang.

Dalam pemantauan yang dilakukan Disperindagkop dan UMKM di delapan kecamatan, sejauh ini wilayah Tidore dipastikan bebas dari peredaran beras oplosan.

Namun, perhatian serius kini tertuju pada komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan bawang yang harganya mulai mendominasi inflasi akibat terbatasnya pasokan.

“Jika stok di dalam daerah tidak mencukupi, maka harus didatangkan dari luar. Ketika pasokan tanaman hortikultura berkurang, peluang terjadinya kenaikan harga memang tidak bisa dihindari,” jelas Abdurahman.

Guna mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi, DPRD meminta Disperindagkop dan UMKM untuk menyusun data akurat terkait tingkat konsumsi masyarakat.

Data ini dinilai sangat vital sebagai landasan perencanaan stok hingga hari raya Idulfitri mendatang.

Lebih lanjut, Abdurahman menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi berkelanjutan antara Disperindagkop dengan Dinas Pertanian.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan sehingga kenaikan harga bahan pokok tetap berada dalam batas wajar dan tidak memberikan beban tambahan bagi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan.

TernatePost.id
Editor