TPost – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) kini tengah merencanakan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas kinerja internal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo.

Langkah tegas ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat, terkait pelayanan yang dinilai tidak maksimal serta stok persediaan obat-obatan yang kerap kosong di rumah sakit tersebut.

Wacana pembentukan Pansus ini awalnya dicetuskan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menilai bahwa kondisi di internal Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut harus segera ditelusuri sebab-musababnya.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPENPERDA) sekaligus anggota Komisi III DPRD Halbar, Abdul Khaliq, membenarkan adanya usulan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tergabung dalam fraksi PKB, telah mengajukan pembentukan Pansus sebagai bentuk tindak lanjut atas keresahan keluarga pasien.

“Langkah ini tentu tujuannya agar kita dapat mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi di internal RSUD, sehingga selalu dinilai negatif oleh masyarakat,” ujar Abdul pada Selasa (10/3/2026).

Dukungan terhadap pembentukan Pansus ini pun terus mengalir luas. Tidak hanya dari Fraksi PKB, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari fraksi-fraksi lain di gedung rakyat, seperti Fraksi Golkar, PAN, dan Demokrat.

Persoalan di RSUD Jailolo ini dipandang sebagai masalah serius yang tidak boleh disepelekan, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan keselamatan nyawa pasien.

Melalui Pansus ini, DPRD Halbar berharap fungsi pengawasan dapat berjalan maksimal guna menciptakan transparansi dan perbaikan layanan kesehatan di masa mendatang.

TernatePost.id
Editor