TPost — Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti Benteng De Verwachting, Kota Sanana, saat Wakil Bupati Kepulauan Sula, Saleh Marasabessy, secara resmi membuka dan melepas peserta Gabalil Hai Sua (GHS) Tahun 2026 pada Sabtu (2/5/2026).

Acara yang mengusung tema “Ritual Budaya dan Kearifan Lokal” ini menjadi momentum penting dalam menjaga warisan leluhur masyarakat Sula.

Pembukaan acara ditandai dengan bunyi sirine yang membahana, pelepasan balon ke udara, serta penyematan ban kapten kepada perwakilan dari 310 peserta yang terbagi dalam 31 tim GHS 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Saleh Marasabessy memberikan apresiasi khusus kepada Adnan Husein selaku penasihat panitia dan ujung tombak pelaksanaan kegiatan ini.

Komitmen Melestarikan Identitas Sula
Dalam pidatonya di atas podium, Saleh Marasabessy menegaskan bahwa terselenggaranya GHS adalah bukti nyata bahwa adat dan tradisi masih hidup kuat di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh generasi muda untuk bangga dengan identitas GHS dan menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mendukung pelestarian kearifan lokal.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, H. Faruq Bahnan, menjelaskan bahwa GHS kini telah resmi masuk dalam kategori Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) di Kementerian Pariwisata.

Melalui semangat Sua Wel Bihu (Sula Panggil Pulang), GHS diharapkan menjadi daya tarik bagi warga Sula di perantauan untuk kembali ke kampung halaman.

Panitia juga mendorong agar ke depannya kegiatan ini dapat dipayungi oleh Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) agar menjadi agenda rutin dan ikon wisata resmi Kepulauan Sula.

Prosesi pelepasan peserta menjadi puncak acara yang paling emosional. Setelah pembacaan doa secara Islam oleh Ustad Umasugi agar negeri Kepulauan Sula menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, suasana berubah menjadi penuh haru saat kumandang adzan dan sholawat mengiringi persiapan peserta.

Banyak dari tamu undangan, panitia, hingga masyarakat yang menyaksikan menitikkan air mata saat Wakil Bupati mengibarkan bendera start.

Dengan diiringi tarian kreasi GHS-2026, para peserta mulai melangkah keluar dari benteng untuk memulai ritual adat berjalan mengelilingi Pulau Sulabesi.

Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kepulauan Sula, pimpinan DPRD, Kepala OPD, tokoh adat, serta tokoh masyarakat, yang semuanya bersatu memberikan dukungan bagi suksesnya ritual adat tahunan ini.

TernatePost.id
Editor