TPost – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara secara resmi meluncurkan kembali Program Serangkaian Kurasi UMKM & Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (SERUMBI) tahun 2026.
Program strategis ini hadir sebagai motor penggerak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk “naik kelas” melalui penguatan digitalisasi, standardisasi produk, hingga perluasan akses pasar.
Kepala KPwBI Maluku Utara, Handi Susila, menyatakan bahwa fokus utama SERUMBI tahun ini adalah ekstensifikasi program.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, BI berkomitmen agar pengembangan ekonomi tidak lagi hanya terpusat di Kota Ternate, melainkan menjangkau pelaku usaha di seluruh wilayah Maluku Utara secara lebih merata.
“Program SERUMBI merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal agar tidak hanya kuat di pasar daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional,” tegas Handi Susila pada Kamis (23/4/2026).
Tahapan Seleksi dan Pembekalan Intensif
Bagi para pelaku usaha yang tertarik, rangkaian program telah dimulai sejak April dengan tahap pendaftaran dan seleksi administrasi.
Para peserta yang lolos akan mengikuti agenda padat sebagai berikut:
11 Mei 2026: Seminar dan assessment mengenai kewirausahaan digital dan penguatan ekonomi.
12–13 Mei 2026: Tahap kurasi produk yang akan dinilai langsung oleh para ahli profesional untuk memastikan produk memenuhi standar pasar.
22–26 Mei 2026: Pelatihan intensif pengembangan bisnis melalui fase bootcamp.
Pendampingan Berkelanjutan dan Peluang Pameran Bergengsi
Tidak berhenti di pelatihan, para peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan onboarding pada bulan Juni, serta mentoring berkelanjutan dari Juli hingga Oktober 2026.
Puncak dari rangkaian ini adalah acara apresiasi UMKM yang akan digelar pada Oktober mendatang.
Selain mendapatkan ilmu dan standardisasi, alumni program SERUMBI memiliki peluang emas untuk mempromosikan produk mereka di berbagai ajang bergengsi.
Beberapa di antaranya adalah Festival Salawaku, Malut Halal Fair, Karya Kreatif Indonesia (KKI), hingga Indonesia Syari’ah Economic Festival (ISEF), yang menjadi pintu gerbang utama menuju pasar global yang lebih luas.


Tinggalkan Balasan