TPost — Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM., memberikan atensi serius terhadap kelanjutan pembangunan infrastruktur kampus yang sempat tertunda.

Hal ini disampaikannya usai mengikuti pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Maluku Utara Tahun 2027 yang berlangsung di Hotel Bela Ternate pada Kamis (7/5/2026)

Dalam keterangannya, Prof. Abdullah mengungkapkan bahwa terdapat dua proyek pembangunan utama yang saat ini pengerjaannya belum rampung.

Pertama adalah pembangunan area parkir yang progresnya telah mencapai sekitar 70 persen, dan kedua adalah gedung perkuliahan Fakultas Kedokteran yang baru menyentuh angka 30 persen.

Ia mengakui bahwa kendala utama dari tersendatnya proyek-proyek tersebut adalah kondisi keuangan daerah yang belum memungkinkan untuk melakukan kelanjutan pembangunan tepat waktu.

Meski demikian, momentum Musrenbang ini dimanfaatkan Rektor untuk membangun komunikasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

“Tadi setelah acara Musrenbang RKPD Provinsi 2027 yang barusan dibuka oleh Ibu Gub (Gubernur), saya sudah berkoordinasi dengan beliau untuk bertemu membicarakan terkait hal itu,” ujar Prof. Abdullah.

Selain penyelesaian gedung, agenda mendesak lainnya adalah kepastian status lahan seluas 2,5 hektar yang terletak di samping Fakultas Kedokteran.

Lahan tersebut sebelumnya telah diperuntukkan bagi Unkhair pada masa kepemimpinan daerah yang lalu.

Rektor menegaskan bahwa kepastian legalitas lahan ini sangat krusial bagi rencana jangka panjang Unkhair, yakni pembangunan Rumah Sakit Pendidikan.

“Harapan ke depan untuk pengembangan kampus Unkhair itu salah satunya adalah pembangunan rumah sakit pendidikan, dan itu terkendalanya terkait dengan lahan,” jelasnya.

Pihak universitas berharap agar pemerintah daerah dapat secepatnya melakukan penyerahan lahan tersebut secara resmi kepada Unkhair.

“Kami harapkan agar secepatnya diserahkan ke universitas untuk menjadi dasar kami mengusulkan pembangunan rumah sakit pendidikan itu,” pungkas Prof. Abdullah.

Langkah koordinasi ini diharapkan dapat mengkonkretkan penyelesaian gedung-gedung yang terbengkalai sekaligus melapangkan jalan bagi Unkhair untuk memiliki fasilitas medis yang lengkap demi kemajuan pendidikan kedokteran di Maluku Utara.

TernatePost.id
Editor