TPost – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara secara resmi menunjuk Hamdan Halil sebagai Ketua Caretaker DPD KNPI Kabupaten Halmahera Tengah.
Penunjukan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP. 18 /DPD-KNPI/MU/IV/2026 yang diserahkan secara resmi pada Selasa (5/5/2026) di Hotel Batik, Kota Ternate.
Penyerahan mandat tersebut dilakukan oleh Sekretaris DPD KNPI Maluku Utara, Jufri M. Solaeman, yang mewakili Ketua DPD serta disaksikan oleh jajaran pengurus provinsi.
Langkah strategis ini diambil untuk mengisi kekosongan kepemimpinan serta menjaga marwah organisasi agar tetap berfungsi sebagai wadah berhimpun pemuda yang mandiri.
Ketua DPD KNPI Maluku Utara, Sukri Ali, menekankan pentingnya keberlanjutan regenerasi di tingkat daerah.
“KNPI adalah laboratorium kader bagi pemuda Indonesia. Kami tidak ingin ada kevakuman kepemimpinan karena ini menyangkut visi besar organisasi,” tegas Sukri.
Masa tugas kepengurusan caretaker ini dirancang terbatas, yakni selama dua bulan terhitung sejak 28 April hingga 30 Juni 2026.
Dalam kurun waktu tersebut, Hamdan Halil memikul tanggung jawab besar untuk melakukan konsolidasi internal.
“Tugas utama Hamdan adalah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Ia harus merangkul seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Halmahera Tengah agar lahir kepengurusan definitif dengan legitimasi yang kuat,” ujar Jufri M. Solaeman.
Merespons kepercayaan tersebut, Hamdan Halil menyatakan komitmennya untuk segera melakukan langkah-langkah strategis sesuai arahan pimpinan provinsi.
Ia berencana membangun komunikasi lintas sektor guna memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar.
“Fokus utama saya saat ini adalah membenahi struktur internal dan memastikan pemuda di Halmahera Tengah tetap solid di tengah dinamika daerah yang berkembang,” ungkap Hamdan.
Dengan terbitnya SK baru ini, DPD KNPI Maluku Utara secara otomatis mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi seluruh SK kepengurusan DPD KNPI Halmahera Tengah yang lama.
Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemuda setempat untuk kembali bersinergi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, terutama di tengah pesatnya perkembangan ekonomi dan industri di wilayah tersebut.


Tinggalkan Balasan