TPost – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara menggelar upacara bendera di lapangan upacara kantor setempat pada Senin (17/8/2026).

Momentum kemerdekaan ini dimanfaatkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, untuk mempertegas komitmen lembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor riil.

Handi menyampaikan bahwa upaya menjaga kestabilan rupiah harus dibarengi dengan dorongan terhadap perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sebagai bentuk aksi nyata, Bank Indonesia menyerahkan bantuan sarana prasarana dan peralatan melalui Program Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah dan Keuangan Daerah (PI KEKDA) tahun 2026.

“Pemberian bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi, serta menjaga kualitas produk agar mampu menciptakan nilai tambah di sektor UMKM, pertanian, dan perikanan,” ujar Handi usai menyerahkan bantuan secara simbolis.

Adapun empat kelompok penerima bantuan tersebut adalah:

  • UMKM Kagounga (Kota Ternate): Menerima paket mesin produksi papeda instan dan mesin pengemasan.
  • UMKM Nunu Bakery (Kota Tidore Kepulauan): Mendapatkan paket mesin produksi makanan olahan, serta mesin pengupas dan pengering bahan makanan.
  • Gapoktan Mitra Tani (Kabupaten Halmahera Timur): Menerima paket sensor teknologi, mesin pencacah, sarana pengeringan gabah, dan sarana trailer gandeng.
  • Kelompok Nelayan Tuna Sifkam (Kabupaten Halmahera Tengah): Memperoleh 2 unit body fiber glass dan 2 unit motor tempel Honda BF20 untuk mendukung aktivitas pertanian dan pengangkutan.

Lebih lanjut, Handi menjelaskan bahwa bantuan ini diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil produksi dan memberikan kontribusi positif bagi pendapatan masyarakat lokal.

Selain itu, penguatan pada sektor-sektor strategis ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan stok serta stabilitas harga komoditas di pasar.

“Ini adalah bagian dari upaya kolektif kita dalam pengendalian inflasi daerah, sehingga stabilitas ekonomi di Maluku Utara tetap terjaga di masa depan,” pungkasnya.

TernatePost.id
Editor