TPost – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar urusan angka statistik di atas kertas, melainkan fondasi nyata untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini disampaikannya dalam penutupan program unggulan Rindang Berseri (Rica dan Kangkung dalam Kampung, Berkualitas dan Asri) di Ternate Tengah, Jumat (14/8/2026).
Dalam sambutannya, Handi Susila menyoroti kondisi inflasi Kota Ternate yang menyentuh angka 4,35% (yoy) hingga Juli 2026.
Angka ini berada di atas sasaran nasional dan dipicu oleh kelompok volatile food, terutama komoditas strategis seperti cabai rawit (rica), tomat, dan ikan cakalang.
Menyikapi tantangan tersebut, Handi menjelaskan bahwa gerakan menanam rica dan kangkung di pekarangan rumah bukan sekadar kegiatan penghijauan biasa.
“Gerakan ini adalah investasi sosial untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Dengan memproduksi pangan sendiri, ketergantungan warga terhadap pasokan luar daerah akan berkurang, sehingga gejolak harga di pasar dapat lebih terkendali.
Program ini merupakan implementasi dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang mengusung strategi 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.
Melalui koordinasi yang kuat, pesan pengendalian inflasi diharapkan berubah menjadi aksi nyata di tingkat komunitas.
Bank Indonesia mengapresiasi kolaborasi erat dengan Tim Penggerak PKK Kota Ternate yang dipimpin oleh Hj. Marliza Tauhid Soleman.
Sejak dimulai pada 7 Agustus lalu, program ini telah menyisir 7 kecamatan dan membagikan sekitar 700 paket suvenir bibit cabai serta sayuran kepada warga.
Handi menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang dibagikan, tetapi dari seberapa besar kontribusinya dalam menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.
Ia juga mengutip sebuah pepatah penting mengenai kekuatan sinergi: “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Namun jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama”.
Melalui semangat “Maluku Utara Bangkit Jaga Inflasi,” Handi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pemanfaatan lahan produktif sebagai gerakan yang berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri pangan.


Tinggalkan Balasan