TPost — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Yakub Maradjabessy membenarkan adanya kekosongan stok telur ayam di pasaran Tidore beberapa hari terakhir ini.

Kekosongan stok itu, kata dia, seiring dengan naiknya harga penjualan telur secara signifikan mulai tanggal 8-10 Desember 2025.

Selain kenaikan harga, penyebab telur tidak dapat diperoleh masyarakat di pasaran karena adanya keterlambatan kapal, yang biasanya mengangkut bahan pangan dari Surabaya dan Manado.

“Kapal yang membawa telur dari Surabaya belum masuk sehingga pasokan ke Tidore sedikit berkurang,” ungkap Yakub, Rabu (10/12/2025).

Sedangkan, untuk telur ayam yang mengalami kenaikan harga berasal dari Manado, Sulawesi Utara, dengan rata-rata dijual Rp38.400 per kilogram, atau Rp2400-Rp2.500 per-butir.

Ia pun membanding kenaikan harga telur ayam sebelum terjadi kenaikan di November 2025, rata-rata Rp36.800 perkilogram atau Rp2.200-Rp2.300 per-butir.

Kemudian merangkak naik lagi di minggu ke tiga dan ke empat November 2025 menjadi Rp 37.900 perkilogram atau Rp2300-Rp2.400 per-butir.

Meski begitu, untuk stok telur ayam, kata dia, kabarnya malam ini atau Kamis besok sudah tiba dengan kapal di pelabuhan Ternate.

“Informasi yang saya dapat katanya kapal dari Surabaya masuk di Ternate malam ini atau besok,” timpalnya.

TernatePost.id
Editor