TPost — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, dibuat penasaran dengan proses pengasapan ikan cakalang sebanyak 5.740 kilogram atau 5,7 ton pada Festival Nyao Fufu 2025 di Kelurahan Dufa Dufa, Kota Ternate, Maluku Utara.

Karena rasa penasarannya itu, Menpar Widiyanti berencana menghadiri langsung sekaligus membuka pelaksanaan Festival Nyao Fufu, pada 6 Oktober 2025.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Nyao Fufu 2025, Sukarjan Hirto mengatakan, pelaksanaan festival ini awalnya diagendakan pembukaannya tanggal 4 Oktober 2025. Namun karena harus menyesuaikan dengan jadwal Menpar, maka diundur ke 6 Oktober 2025.

“Beliau (Menpar) ingin menyaksikan masyarakat Maluku Utara khususnya Ternate dan lebih khususnya Dufa Dufa membuat ikan fufu itu seperti apa,” kata Sukarjan, Kamis (2/10/2025).

Ia menjelaskan, pada acara pembukaan festival nanti, Menpar akan meninjau proses pengasapan ikan cakalang atau fufu cakalang, kemudian penyerahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) fufu ikan cakalang terbanyak.

Sebagai rangkaian menyemarakkan pembukaan festival tersebut, akan ditampilkan tarian teatrikal kolosal dari kurang lebih 150 orang penari dengan konsep penggambaran perjalanan kampung Dufa Dufa dari masa lalu, kini, dan akan datang.

“Alhamdulillah dengan adanya kebersamaan panitia dan masyarakat, kita sudah melakukan persiapan-persiapan ini sudah sekitar 90 persen,” ujarnya.

Beberapa item kegiatan, lanjut dia, telah dievaluasi persiapannya. Seperti gelar demo gohu ikan, bersama Menpar dan Gubernur Maluku Utara, yang ikut meracik olahan ikan segar khas Maluku Utara ini.

Kemudian, ada juga makan bersama dengan wadah daun pisang atau dalam bahasa Ternate disebut oho se koi marau.

“Yang paling penting, kita di acara ini adalah pertama rekor MURI ikan fufu dengan jumlah hampir 6 ton, kedua terkait dengan expo akan ditampilkan tim divisi ekonomi, kemudian ketiga adalah gelar ikan fufu,” jelasnya.

Ia berharap, dari ketiga agenda penting di samping banyak rangkaian lainnya bisa membawa Festival Nyao Fufu masuk agenda yang diselenggarakan setiap tahun, dan masuk program Karisma Event Nusantara (KEN).

Festival yang menelan anggaran kurang lebih Rp 400 juta dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara ini, mendapat dukungan positif dari Kesultanan Ternate maupun masyarakat Dufa Dufa.

“Ikan itu sebagian besar partisipasi dari masyarakat Dufa Dufa, kemudian dari nelayan-nelayan, dan pemilik kapal ikan ikut berpartisipasi khususnya untuk rekor MURI ikan fufu terbanyak,” pungkasnya.

TernatePost.id
Editor