TPost — Bank Indonesia resmi menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta, sebagai wujud komitmen nyata mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) demi menyokong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung semangat “Beudaya Meusare-Sare” dari Aceh yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama, ajang tahunan ini juga difokuskan untuk mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.
Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming, serta dihadiri oleh jajaran menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara.
Guna memperluas digitalisasi, pembiayaan, dan akses pasar bagi para pelaku usaha, BI bersinergi erat dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis.
Komitmen dan Strategi Nyata KPwBI Maluku Utara
Sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi di daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Maluku Utara memberikan perhatian besar pada pembinaan UMKM lokal agar mampu bersaing di panggung nasional.
Potensi UMKM di Maluku Utara sangat masif, dengan jumlah mencapai hampir 194 ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota dan berhasil menyerap lebih dari 41 persen tenaga kerja lokal.
Melihat besarnya kontribusi tersebut, KPwBI Maluku Utara secara konsisten mengarahkan pengembangan UMKM daerah melalui tiga strategi utama:
- Ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing.
- Pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan.
- Literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif serta berkelanjutan yang meluas.
Untuk mewujudkan strategi tersebut di lapangan, KPwBI Maluku Utara berfokus pada langkah konkret berupa penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi secara masif.
Melalui langkah ini, diharapkan produk lokal Maluku Utara tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Unjuk Gigi Produk Unggulan Maluku Utara di JICC
Penerapan strategi pembinaan dari KPwBI Maluku Utara tercermin jelas dalam partisipasi UMKM lokal pada KKI 2026.
Tahun ini, partisipasi UMKM secara keseluruhan melonjak tajam menjadi lebih dari 550 UMKM luring dan lebih dari 1.300 UMKM daring, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025.
Dari Maluku Utara sendiri, KPwBI Maluku Utara sukses meloloskan 2 UMKM wastra binaan terbaiknya, yaitu Putadino Kayangan dan UMKM Rapidino, untuk melakukan pameran (showcasing) dan penjualan secara langsung (luring) selama acara di Jakarta.
Tidak hanya produk kain tradisional, kuliner khas daerah juga diwakili oleh Cokelat Sulamina yang meramaikan gerai makanan dan minuman olahan.
Di samping itu, sebanyak 11 UMKM binaan KPwBI Maluku Utara lainnya turut berpartisipasi secara daring memamerkan produk-produk kreatif unggulan mereka ke hadapan publik nasional.
Selama empat hari penyelenggaraan yang dimeriahkan dengan 44 rangkaian kegiatan—termasuk pameran pariwisata, talkshow, business matching, hingga area Cangkir Nusantara—masyarakat diajak untuk terus mencintai, bangga, dan membeli produk buatan pelaku usaha lokal demi mendukung UMKM Indonesia terus bangkit dan berdaya saing.


Tinggalkan Balasan