TPost — Nasib keberangkatan delegasi atlet Kota Tidore Kepulauan menuju ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tahun 2026 kini berada di ujung tanduk.
Akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran, sebanyak 7 Cabang Olahraga (Cabor) yang telah dipersiapkan terancam batal diberangkatkan ke pusat pelaksanaan kegiatan di Morotai.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Tidore Kepulauan, Ali Dukomalamo, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 89 atlet, 14 pelatih, dan 7 official yang keselamatannya untuk bertanding masih belum pasti.
Adapun ketujuh Cabor yang terdampak meliputi sepak bola, bola voli, basket putra, bulu tangkis, pencak silat, dan karate.
“Kalau tidak ada anggaran tidak akan diberangkatkan. Besok saya akan bertemu dengan Kaban Keuangan untuk memastikan hal ini,” tegas Ali pada Senin, 11 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa posisinya saat ini sangat dilematis karena seluruh tim sebenarnya sudah dalam kondisi siap tempur.
Waktu Kian Mendesak
Persoalan utama yang dihadapi adalah ketersediaan waktu. Pelaksanaan Popda dijadwalkan dimulai pada 29 Juni 2026, namun hingga saat ini dana sebesar Rp500 juta yang diperuntukkan bagi 7 Cabor tersebut belum dicairkan sepeser pun dari kas daerah.
Ali menekankan bahwa persiapan sarana dan prasarana seharusnya sudah dilakukan sejak bulan ini agar kontingen bisa berpartisipasi secara maksimal.
“Kendalanya hanya di sarana prasarana karena ada efisiensi, tapi kami belum tahu kapan uang itu cair dan apakah jumlahnya akan mencukupi atau tidak,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam skema anggaran yang disusun, setiap atlet rencananya akan menerima uang saku sebesar Rp600 ribu, sementara untuk pelatih dialokasikan sebesar Rp3 juta per orang.
Kini, pihak Dispora tengah berupaya melakukan koordinasi intensif dengan pihak BKD dan keuangan daerah guna mencari solusi sebelum tenggat waktu keberangkatan tiba.
Jika anggaran tidak segera menemui titik terang, Tidore terancam absen dalam ajang bergengsi antar pelajar se-Maluku Utara tersebut.


Tinggalkan Balasan